Kunjungan Wisata Halsel Tak Capai 3 Ribuan, Nazlah Kasuba Soroti Fasilitas dan Peran Masyarakat
Katasatu – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara yang juga merupakan CEO Widi Coastal, Nazlatan Ukhra Kasuba, menyoroti rendahnya angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, yang belum mampu menembus angka 3.000 orang per tahun bahkan belum mencapai 2.000 orang berdasarkan data dua tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan Nazlah saat ditemui dalam kegiatan Simposium Perikanan dan Kelautan Halmahera Selatan bertema “Sinergi Kampung Nelayan Merah Putih, Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil” yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Jumat (10/4/2026).
Berdasarkan data, pada tahun 2024 jumlah kunjungan wisatawan ke Halmahera Selatan tercatat sebanyak 1.701 orang, terdiri dari 1.620 wisatawan asing dan 81 wisatawan domestik. Sementara itu, data Januari hingga September 2025 menunjukkan angka 1.613 wisatawan, dengan rincian 1.573 wisatawan asing dan 40 wisatawan domestik.
Nazlah menilai capaian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif (Disparbudek), mengingat potensi wisata Halmahera Selatan yang dinilai sangat besar, terutama di kawasan Widi.
“Kenapa kunjungan wisatawan belum bisa mencapai 3 ribu, bahkan 2 ribuan? Ini harus menjadi evaluasi. Apakah masalahnya ada pada fasilitas wisata, fasilitas pendukung di destinasi, atau justru pada kesiapan komunitas masyarakat yang belum terberdayakan secara maksimal,” ujarnya.
Kata Nazlah, rendahnya angka kunjungan, menunjukkan bahwa masih terdapat pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif dalam mengelola sektor pariwisata.
“Salah satu faktor yang kemungkinan besar memengaruhi adalah keterbatasan fasilitas di destinasi wisata. Selain itu, penguatan peran masyarakat lokal juga dinilai belum optimal,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena fasilitas yang masih kurang. Selain itu, pengembangan komunitas di masyarakat juga perlu didukung. Pemerintah Kabupaten harus mulai mendorong konsep community based tourism, sehingga masyarakat terlibat langsung dan merasakan manfaat dari sektor pariwisata.
“Misalnya kawasan Widi sebagai salah satu potensi besar yang perlu dikembangkan secara lebih serius dan berkelanjutan. Kalau fasilitas ditingkatkan dan masyarakat dilibatkan secara aktif, maka orang akan datang. Itu yang harus kita dorong bersama,” tambahnya.
Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi menyeluruh dan merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, sehingga potensi besar yang dimiliki Halmahera Selatan benar-benar dapat dimaksimalkan dan berdampak pada pendapatan asli daerah. (RI/Red)














Tinggalkan Balasan