Begini Cara Mahasiswa KKN FKIK Unkhair Tanamkan Kesadaran Hidup Bersih di Pesisir Ternate

Aktivitas Mahasiswa KKN FKIK Unkhair di Kelurahan Loto

Katasatu- Suasana hangat dan penuh antusias menyelimuti Kelurahan Loto, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Sabtu (26/07/2025).

Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun hadir membawa misi penting, yakni menanamkan kesadaran warga pesisir akan pentingnya menjaga kebersihan laut demi kesehatan bersama.

Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Kesadaran dan Perilaku Higienis Masyarakat Pesisir Kota Ternate Melalui Edukasi Tentang Pencemaran Biologis pada Air Laut” ini melibatkan mahasiswa dari tiga program studi Kedokteran, Farmasi, dan Psikologi.

Pendekatan lintas disiplin ini memastikan edukasi yang diberikan menyentuh banyak sisi: kesehatan fisik, dampak lingkungan, dan aspek psikososial.

Materi yang dibawakan mencakup bahaya pencemaran biologis laut akibat limbah organik, bakteri, dan virus, yang berpotensi memicu penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan saluran pencernaan. Penyampaiannya dikemas interaktif melalui penyuluhan, diskusi, serta pembagian leaflet dan poster bergambar yang mudah dipahami semua kalangan.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Loto, Djabur Ibrahim mengaku sosialisasi tentang pencemaran air dan perilaku hidup sehat ini sangat bermanfaat.

“Selama ini kami tidak terlalu tahu soal risiko kesehatan dari air laut yang tercemar. Apalagi di sini banyak saluran yang langsung mengarah ke laut. Kalau banjir, otomatis laut kotor, dan kadang anak-anak tetap mandi di situ tanpa sadar bahayanya,” ujarnya.

Atas nama warga Kelurahan Loto, ia menyampikan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa. Ini pengetahuan baru bagi kami, dan mudah-mudahan membuat warga lebih peduli untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Senada, salah satu warga, Salma mengaku kegiatan ini membuka wawasannya.

“Selama ini torang belum paham bahwa limbah rumah tangga bisa mencemari laut dan berdampak ke kesehatan. Setelah ikut kegiatan ini, torang jadi lebih hati-hati dan sadar bahwa menjaga kebersihan itu tanggung jawab bersama,” singkatnya.

Selain memberikan pengetahuan baru, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat pesisir. Dialog dua arah yang terbangun membuat pesan kesehatan lebih mudah diterima, sekaligus memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Dosen Pendamping Lapangan, Ismail Rahman, S.Si., M.Kes, menilai program ini sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melihat permasalahan, berdialog dengan warga, dan memberikan solusi berbasis ilmu. Harapan kami, pengetahuan yang dibagikan ini dapat menginspirasi perubahan perilaku masyarakat pesisir untuk jangka panjang,” urainya.

Dengan semangat kebersamaan, edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal perubahan perilaku menuju lingkungan pesisir yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat diyakini mampu melahirkan program pemberdayaan jangka panjang yang membawa dampak nyata bagi kesehatan dan kelestarian lingkungan laut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup