Temui Tokoh Masyrakat, Suratman Bahas Pembangunan Masjid Lede
Katasatu- Temui tokoh masyarakat dan tokoh agama, Anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Suratman Bahrudin bahas permasalahan tindak lanjut pembangunan Masjid Lede yang berlokasi di Desa Langganu.
“Terkait dengan hal itu, saya berkordinasi dengan Ketua Komisi III yang membidangi pembangunan dan infrastruktur agar DPRD secara kelembagaan mengagendkan pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat desa Langganu,” ungkapnya.
Kata dia, DPRD Pulau Taliabu secara institusi berkomitmen akan menelusuri permasalah pembangunan dua mesjid besar yang dibangun Pemkab di Desa Langganu dan Desa Gela.
“Intinya kalau di DPRD punya komitmen ada dua masjid besar yang di bangun diwilayah Dapil II yakni Masjid Lede dan Masjid Gela,” katanya saat bertemu dengan tokoh agama dan masyarakat di Kantor Desa Langganu, Minggu (21/09/2025) kemarin.
Lebih lanjut, politisi partai besutan Prabowo itu berharap DPRD menyampaikan surat, tokoh agama dan masyarakat bisa datang ke kantor DPRD.
“Harapan saya kalau misalnya surat DPRD masuk tolong diajak juga dengan masyarakat langsung ke kantor DPRD supaya betul-betul menjadi aspirasi yang kita tawar. Jangan hanya organisasi yang datang tapi juga masyarakat supaya bisa,” ujarnya.
“Jadi, kalau misalnya ada masalah di sini kita proses masalahnya kasih selesai. Mari kita buat komitmen dengan Pemkab bahwa dinding Masjid boleh dibongkar tapi dengan catatan, Pemkab harus anggarkan pembangunan langsung jadi,” sambung Suratman.
“Silahkan dibongkar bangunan Masjid lama, dengan catatan PUPR segera turun dan hitung volume pekerjaan itu agar ketahui kebutuhan pembangunan masjid itu berapa dan anggarkan langsung jadi,” tutupnya.
Terpisah, perwakilan tokoh agama Desa Langganu, Kecamatan Lede, Daniel Hamid berharap agar pemerintah daerah segera menyelesaikan proses pembangunan masjid Al-Mawana Desa Langganu.
“Memang masyarakat menolak pembongkaran karena jangan sampai dibongkar terus dikerjakan setengah-setengah, jika demikian lalu kami solatnya dimana, itu alasannya masyarakat menolak,” ucapanya.
“Ya memang kita akan hadiri undangannya DPRD Pulau Taliabu. Jadi kami akan berkomunikasi dan berkordinasi dengan para tokoh-tokoh, baik tokoh agama, pemuda maupun masyarakat untuk menghadiri undangan dimaksud,” tandasnya. (lea)












Tinggalkan Balasan