Waow, Dana Pinjaman Rp115 Miliar Dipakai Biayai 10 Megaproyek Jalan di Taliabu

Daftar 10 megaproyek jalan di Taliabu

Katasatu- Polemik penggunaan pinjaman daerah Pemda Pulau Taliabu ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) Maluku-Maluku Utara senilai Rp115 miliar pada tahun 2022 lalu, mulai menemui titik terang.

Dari Rp 115 miliar pinjaman daerah yang dipinjam Pemda Pulau Taliabu itu, dicairkan hanya sebesar Rp113.850.000.000. Sementara Rp1.150.000.000 merupakan biaya administrasi bank.

Dana pinjaman ratusan miliar semuanya dikuasai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Taliabu untuk membiayai 10 megaproyek jalan yang dicanangkan Aliong Mus, sebagai Bupati Pulau Taliabu kala itu.

Total kontrak dari 10 megaproyek mencapai Rp113.850.000.000, namun yang dicairkan hanya Rp87.464.847.398. Sementara sisa anggaran Rp26.385.152.602 tidak dicairkan karena digunakan untuk membayar tagihan bunga pinjaman yang dilayangkan BPD Maluku-Malut ke Pemda Pulau Taliabu.

Berdasarkan data yang dihimpun http://katasatu.com, pinjaman daerah ratusan miliar itu mengalir ke 10 megaproyek, diantaranya proyek pembangunan jalan Holbota-Kawalo mencapai Rp24.649.595.000. Proyek pembangunan jalan Sofan-Loseng (Lapen) Rp 18.962.335.000. Proyek pembangunan jalan Sumbong-Pencado Rp16.677.694.000.

Lalu proyek pembangunan Bua Mbono-Samuya Rp12.925.578.870. Proyek peningkatan jalan dalam ibu kota Bobong (Butas) senilai Rp10.943.580.400. Pembangunan jalan Tikong-Nunca (Butas) Rp10.939.145.000.

Proyek pembangunan jalan ruas Hai-Air Kalimat (Lapen) Rp7.755.192.450. Proyek pembangunan jalan Tabona-Peleng (Beton) Rp7.030.954.000. Proyek pembangunan Trotoar Jalur 2 Fangahu Rp1.982.524.827 dan terakhir proyek pembangunan saluran drainase jalur 2 Fangahu senilai Rp1.982.400.454.

Anggaran 10 megaproyek ini dicairkan secara bertahap, mulai dari tahun 2022, tahun 2023 dan ada juga yang dicairkan pada tahun 2024.

Proyek pembangunan jalan Holbota-Kawalo yang menelan anggaran pinjaman paling besar, yakni Rp24.649.595.000, dicairkan tiga kali. Pencarian tahap 30% senilai Rp4.929.919.000 berdasarkan SP2D nomor: 01470/SP2D/1.03.01.01/2022, tertanggal 09/06/2022. Lalu pencairan 70% Rp12.324.797.500 sesuai SP2D nomor: 03121/SP2D/1.03.01.01/2022 pada tanggal 11/11/2022 dan pencairan 100% pada panggal 22/08/2023 senilai Rp7.394.878.500 berdasarkan SP2D nomor:   02108/SP2D/1.03.01.01/2023.

Untuk proyek pembangunan jalan Sofan-Loseng (Lapen) senilai Rp 18.962.335.000, hanya dilakukan pencairan 20% Rp3.792.467.000 berdasarkan SP2D Nomor: 02765/SP2D/1.03.01.01/2022 tertanggal 06/07/2022. Sementara sisanya Rp15.169.868.000 belum dicairkan.

Proyek pembangunan jalan Sumbong-Pencado Rp16.677.694.000, pencairannya dilakukan tiga kali, pencairan 20% pada tanggal 09/06/2022 senilai Rp3.335.538.800 sesuai SP2D Nomor: 01469/SP2D/1.03.01.01/2022. Pencairan 70% Rp 8.338.847.000.00 dengan SP2D Nomor: 04112/SP2D/1.03.01.01/2022 tertanggal 11/11/2022. Lalu pencairan 100% berdasarkan SP2D Nomor: 02783/SP2D/1.03.01.01/2024 tertanggal 02/08/2024 Rp 4.230.281.200. Semenatar sisanya Rp 773.027.000 belum dicairkan.

Proyek pembangunan Bua Mbono-Samuya senilai Rp12.925.578.870, dicairkan 25% pada tanggal 03/10/2022 senilai Rp 3.474.583.680.00 sesuai SP2D Nomor: 02580/SP2D/1.03.01.01/2022. Sisanya Rp9.450.996.190 belum dicairkan.

Berikutnya, proyek peningkatan jalan dalam Ibu Kota Bobong (Butas) Rp10.943.580.400, pencairan uang muka 30% Rp3.283.074.120 sesuai SP2D Nomor: 00642/SP2D/1.03.01.01/2022, tertanggal 13/04/2022. Pencairan 70% berdasarkan SP2D Nomor : 03963/SP2D/1.03.01.01/2022 yang diterbitkan pada tanggal 26/12/2022 senilai Rp 4.377.432.160.00. lalu pencairan 100% tertanggal 03/02/2023 senilai Rp3.281.743.500 berdasarkan SP2D Nomor: 00115/SP2D/1.03.01.01/2023.

Proyek jalan Tikong-Nunca (Butas) dengan nilai kontrak Rp10.939.145.000, dicairkan 30% pada tanggal 13/04/2022 senilai Rp 3.281.743.500.00 sesuai dengan SP2D Nomor: 00643/SP2D/1.03.01.01/2022. Pencairan 70% pada tanggal 18/10/2022 senilai Rp 4.375.658.000.00 sesuai SP2D Nomor: 02857/SP2D/1.03.01.01/2022 dan pencairan 100% tertanggal 03/02/2023 sebesar Rp3.281.743.500 berdasarkan SP2D Nomor: 00115/SP2D/1.03.01.01/2023.

Untuk proyek pembangunan jalan ruas Hai-Air Kalimat senilai (Lapen) Rp7.755.192.450, dicairkan sebanyak empat kali. Penacairan uang muka 30% senilai Rp 2.326.557.735.00 sesuai dengan SP2D Nomor: 02642/SP2D/1.03.01.01/2022 tertanggal 04/10/2022. Pencairan 70% Rp3.102.076.980 sesuai SP2D Nomor: 03170/SP2D/1.03.01.01/2022, tertanggal 14/10/2022. Pencairan 90% Rp 1.551.038.490.00 berdasarkan SP2D Nomor: 04001/SP2D/1.03.01.01/2022, tertanggal 27/12/2022, lalu pencarian 100% Rp 775.519.245.00 sesuai SP2D Nomor: 00116/SP2D/1.03.01.01/2023, tertanggal 03/02/2023.

Proyek pembangunan jalan Tabona-Peleng (Beton) Rp7.030.954.000, uang mukanya cair 30% pada tanggal 04/08/2022 senilai Rp2.109.286.200.00 sesuai dengan SP2D Nomor: 02111/SP2D/1.03.01.01/2022. Pencairan 70% Rp2.812.381.600 berdasarkan SP2D Nomor: 04231/SP2D/1.03.01.01/2022 yang diterbitkan pada tanggal 29/12/2022 dan percairan 100% berdasarkan SP2D Nomor: 00113/SP2D/1.03.01.01/2023, tertanggal 03/02/2023 senilai Rp2.109.286.200.

Proyek pembangunan Trotoar Jalur 2 Fangahu Rp1.982.524.827, dicairkan 50% Rp991.262.414 sesuai SP2D Nomor: 03145/SP2D/1.03/01/01/2022, tertanggal 14/11/2022. Sementara sisanya Rp991.262.413 belum dicairkan.

Terakhir proyek pembangunan saluran drainase jalur 2 Fangahu senilai Rp1.982.400.454 juga dicairkan 50% pada tanggal 11/11/2022 senilai Rp 991.700.227.00 sesuai SP2D Nomor: 03110/SP2D/1.03.01.01/2022. Sementara sisanya belum dicairkan.

Tunggakan 5 proyek yang belum dibayar lunas senilai Rp26.385.152.602 itu, informasinya anggarannya sudah dipakai untuk membayar tagihan bunga pinjaman yang dilayangkan BPD Maluku-Malut ke Pemda Pulau Taliabu.

“Ia, sisa anggaran sebesar Rp26.385.152.602 itu, digunakan untuk membayar tagihan bunga pinjaman pada bank BPD Maluku Malut,” singkat Anggota Pansus Pinjaman Rp115 Miliar,Suratman Bahrudin saat dikonfirmasi http://katasatu.com pada Selasa (04/11/2025). (lea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup