Sekda Ternate Kukuhkan Organisasi Om Ojek dan Ci Ojek Andalan, Tekankan Standar Keselamatan

Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly secara resmi melantik dan mengukuhkan pengurus OM Ojek dan CI Ojek Andalan Kota Ternate

“Hari ini akan menjadi sejarah. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat itu nyata. Om Ojek dan Ci Ojek hadir sebagai bagian dari solusi, bukan untuk menolak perubahan, tetapi untuk menghadapinya secara bermartabat,” Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly.

 Katasatu- Sekretaris Daerah Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Rizal Marsaoly melantik dan mengukuhkan pengurus Organisasi Om Ojek dan Ci Ojek Andalan yang digelar di Aula Baabullah, Kantor Wali Kota Ternate, Minggu (21/12/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah kepala OPD dan para Om Ojek serta Ci Ojek.

Dalam sambutannya, RM sapaan akrab Rizal Marsaoly menyampaikan, pembentukan dan pengukuhan organisasi ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab tantangan perubahan sektor transportasi, khususnya sejak masuknya layanan ojek berbasis aplikasi di Ternate.

“Hari ini akan menjadi sejarah. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat itu nyata. Om Ojek dan Ci Ojek hadir sebagai bagian dari solusi, bukan untuk menolak perubahan, tetapi untuk menghadapinya secara bermartabat,” ujar Sekda.

Orang nomor tiga di lingkup Pemkot Ternate ini menjelaskan, gagasan Om Ojek dan Ci Ojek berawal dari arahan Wali Kota Ternate pada awal periode kepemimpinan, yang menekankan perlunya solusi konkret bagi ojek pangkalan di setiap kelurahan. Ide tersebut kemudian dijalankan melalui fasilitasi legalitas organisasi, pendataan, hingga pemberian atribut keselamatan.

“Akta organisasi sudah dibuat dan akan diterbitkan. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah kota terhadap Om Ojek dan Ci Ojek yang ada di Kota Ternate,” kata Sekda.

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah kota telah memfasilitasi berbagai bentuk dukungan, mulai dari pembagian jaket dan helm, bantuan langsung tunai dampak inflasi, hingga perlindungan bagi pekerja rentan melalui jaminan ketenagakerjaan.

“Memang masih ada yang belum menerima atribut, tetapi Insya Allah tahun depan akan kami lengkapi semuanya,” ucap RM.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengumumkan rencana peluncuran aplikasi Om Ojek dan Ci Ojek yang dijadwalkan pada 29 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Ternate ke-775.

“Aplikasinya sudah ada, sistemnya sudah dipresentasikan. Tinggal bagaimana kita mengoperasionalkan. Ini akan menjadi titik penting bagi Om Ojek dan Ci Ojek untuk naik kelas,” ujar Sekda.

Sekda menekankan pentingnya kesiapan pengurus dan anggota dalam menjalankan sistem layanan berbasis aplikasi, termasuk kepatuhan terhadap standar keselamatan, penggunaan atribut resmi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ketika orang memesan lewat aplikasi, mereka harus yakin. Helm standar, jaket resmi, dan pelayanan yang ramah itu wajib,” tegas Sekda.

Sekda juga meminta Dinas Koperasi dan UKM untuk segera melakukan pemutakhiran data anggota sebagai dasar integrasi sistem aplikasi, serta menginstruksikan agar para koordinator wilayah segera menggelar rapat kerja lanjutan.

“Perbaikan data ini sangat penting. Tanpa data yang rapi, aplikasi tidak akan bisa berjalan optimal,” katanya.

Selain aspek ekonomi, Sekda menyampaikan bahwa Om Ojek dan Ci Ojek juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketertiban lingkungan, mendukung program kesehatan, hingga membantu layanan sosial di tingkat kelurahan.

“Bapak dan Ibu adalah agen pemerintah. Bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga membantu menjaga ketertiban dan mendukung program-program daerah,”  pungkasnya. (ata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup