Proyek Talud Pantai di Desa Samat Mandek Sebulan, Pekerja Menjerit
Katasatu — Proyek pembangunan talud pantai di Desa Samat, Kecamatan Gane Barat Utara, yang merupakan bagian dari program tanggap darurat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, mengalami kendala serius.
Pekerjaan tersebut dilaporkan terhenti selama kurang lebih satu bulan akibat tidak hadirnya operator ekskavator di lokasi. Dari total panjang pekerjaan 540 meter, progres pembangunan saat ini baru mencapai 440 meter, dengan sisa pekerjaan sekitar 100 meter yang belum diselesaikan.
Salah satu pekerja yang tidak ingin namanya dipublikasi, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat merugikan para tukang yang terlibat dalam proyek tersebut. Ia menyebutkan bahwa dari total 17 pekerja, enam di antaranya merupakan tenaga kerja dari luar daerah, sementara sebelas lainnya adalah warga asli Desa Samat.
“Kami sudah satu bulan tidak bisa kerja karena operator ekskavator tidak pernah hadir. Padahal pekerjaan tinggal sedikit lagi, hanya sekitar 100 meter,” ujarnya, kepada Wartawan, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, keterlambatan ini bukan hanya berdampak pada penyelesaian proyek, tetapi juga pada kondisi ekonomi para pekerja yang bergantung pada pekerjaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami rugi waktu dan tentu saja rugi penghasilan. Kami ini punya keluarga yang harus dihidupi,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar pihak terkait segera mengambil langkah tegas dengan mengganti operator ekskavator yang bertugas, sehingga pekerjaan bisa kembali dilanjutkan dan segera diselesaikan.
“Kami minta saja diganti operatornya, supaya pekerjaan bisa jalan lagi. Kasihan kami yang sudah menunggu lama,” tegasnya.
Hingga saat ini, para pekerja masih menunggu kepastian dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait agar persoalan ini segera ditangani dan proyek talud pantai yang dinilai penting untuk perlindungan wilayah pesisir tersebut dapat segera rampung. (RI/Red)














Tinggalkan Balasan