Optimalkan Cakupan Imunisasi, Dinkes Halsel Latih Tenaga Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Asia Hasyim, saat menyampaikan sambutan. (foto: istimewa)

Katasatu – Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menggelar Pelatihan Pengelola Imunisasi tingkat puskesmas tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat pengendalian penyakit menular di daerah.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Asia Hasyim, bertempat di Hotel Buana Lipu, Kecamatan Bacan Selatan, Senin (20/4/2026).

Sebanyak 30 peserta yang merupakan tenaga pengelola program imunisasi dari berbagai puskesmas mengikuti pelatihan tersebut, dengan dukungan fasilitator dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Asia Hasyim, menegaskan bahwa imunisasi merupakan program prioritas nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Ia menyebut imunisasi sebagai langkah efektif dalam mencegah penyakit menular sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional serta Sustainable Development Goals (SDGs).

“Cakupan imunisasi harus terus dijaga tinggi dan merata guna mencegah kejadian luar biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang kompeten dalam mengelola program ini,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan standar pelayanan imunisasi, termasuk praktik suntikan yang aman (safe injection practices) serta pengelolaan limbah medis sesuai prosedur yang berlaku.

Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis peserta, mulai dari manajemen rantai dingin (cold chain), pemerataan cakupan imunisasi, hingga penguatan sistem pencatatan dan pelaporan.

Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan di lapangan serta merumuskan solusi yang tepat.

Ketua panitia, Alter Totango, menjelaskan bahwa pelatihan ini melibatkan perwakilan dari 30 puskesmas di Halsel. Namun, dua puskesmas tidak diikutsertakan, yakni Puskesmas Wayaloar dan Puskesmas Labuha.

“Kedua puskesmas tersebut dinilai telah memiliki pemahaman yang cukup baik dalam pengelolaan program imunisasi, baik dari sisi teknis maupun pelaporan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penentuan peserta dilakukan berdasarkan rekomendasi tim program dengan mempertimbangkan kebutuhan peningkatan kapasitas di masing-masing puskesmas.

Melalui pelatihan ini, Dinas Kesehatan Halsel berharap para pengelola imunisasi dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, khususnya dalam mendukung pelayanan imunisasi berbasis pendekatan keluarga.

“Pelatihan ini merupakan investasi sumber daya manusia. Kami berharap peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di tempat tugas masing-masing,” tutup Asia Hasyim.

Dengan pelatihan tersebut, upaya pencegahan penyakit menular di Kabupaten Halmahera Selatan diharapkan semakin optimal dan merata di seluruh wilayah kecamatan dan desa. (RI/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup