Sandri Sanangka Siap Bertarung di Muscab VII Pemuda Pancasila Halsel
Katasatu – Sandri Sanangka, putra daerah asal Pulau Obi, menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke VII Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan Sandri Sanangka dalam keterangan resmi yang diterima media ini, Rabu (10/6/2026). Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam Muscab merupakan bentuk komitmen untuk berkontribusi dalam memperkuat organisasi dan meningkatkan peran Pemuda Pancasila di tengah masyarakat.
Berdasarkan hasil pertemuan pra-Muscab, Musyawarah Cabang VII MPC Pemuda Pancasila Halmahera Selatan dijadwalkan akan digelar pada 20 Agustus 2026 mendatang. Agenda tersebut akan menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan dan program kerja periode berikutnya.
Sandri mengatakan, Pemuda Pancasila harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan organisasi. Karena itu, ia mengusung visi menjadikan Pemuda Pancasila Halmahera Selatan sebagai organisasi yang solid, modern, mandiri, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Pemuda Pancasila harus hadir sebagai wadah kader yang produktif, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Organisasi ini harus menjadi rumah besar bagi seluruh kader untuk berkarya dan mengabdi,” ujar Sandri.
Menurutnya, terdapat sejumlah fokus yang akan menjadi prioritas apabila mendapat amanah memimpin Pemuda Pancasila Halmahera Selatan. Di antaranya penguatan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa, peningkatan kualitas kader melalui pelatihan kepemimpinan, dan kemitraan strategis.
“Saya berkomitmen membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat guna mendukung program kerja organisasi dan berkonstribusi terhadap pembangunan Halmahera Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.
Ia berharap Muscab VII dapat berlangsung secara demokratis, tertib, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan antar kader. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam kontestasi merupakan hal yang wajar, namun persatuan organisasi harus tetap menjadi prioritas utama.
“Muscab bukan sekadar memilih ketua, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan dan menyusun langkah bersama untuk membawa Pemuda Pancasila Halmahera Selatan menjadi organisasi yang semakin besar, berwibawa, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (RI/Red)














Tinggalkan Balasan