Ekonomi Tumbuh Pesat, IPM Halsel Masih Kategori Sedang, Ini Catatan Fraksi Golkar

Rustam Ode Nuru, saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi Golkar terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025

Katasatu – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Halmahera Selatan (Halsel), Rustam Ode Nuru, menyoroti ketimpangan antara tingginya pertumbuhan ekonomi daerah dengan kualitas pembangunan manusia yang dinilai masih belum optimal.

Sorotan tersebut disampaikan Rustam saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi Golkar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-10 Masa Persidangan II Tahun 2026 DPRD Halmahera Selatan.

Rapat paripurna yang dipimpin unsur pimpinan DPRD tersebut berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Halmahera Selatan, Kamis (18/6/2026), dan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta anggota DPRD.

Dalam penyampaiannya, Rustam mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Halmahera Selatan yang mengalami peningkatan signifikan. Namun demikian, menurutnya, capaian tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Di satu sisi angka pertumbuhan ekonomi mengalami lonjakan yang sangat signifikan, namun di sisi lain kualitas pembangunan manusia masih berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi makro dengan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” ujar Rustam.

Ia menjelaskan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting yang mengukur kualitas hidup masyarakat melalui tiga dimensi dasar, yakni kesehatan yang diukur melalui umur harapan hidup, pendidikan yang meliputi harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta standar hidup layak yang diukur melalui pengeluaran riil per kapita.

“Berdasarkan data tahun 2025, IPM Halmahera Selatan tercatat sebesar 69,05 atau masih berada di bawah kategori tinggi,” ujarnya.

Kata dia, jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Maluku Utara, angka tersebut masih berada di bawah Kabupaten Halmahera Barat yang mencapai 69,75 dan menempatkan Halmahera Selatan pada peringkat keenam di tingkat provinsi.

“Artinya, meskipun ekonomi tumbuh pesat, kualitas hidup masyarakat belum tumbuh dengan kecepatan yang sama. Ini menimbulkan pertanyaan kritis, jika pertumbuhan ekonomi mencapai 37,33 persen, mengapa kualitas pembangunan manusia belum mampu menembus kategori tinggi,” tegasnya.

Fraksi Golkar menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. (RI/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup