Kemarau Panjang di Halsel, Bassam Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Berdoa

Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba. [doc: Katasatu]

Katasatu – Di tengah musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan serta semangat gotong royong untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bassam mengatakan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi di sejumlah wilayah, mulai dari Pulau Obi, Kayoa, Makian, Bacan, Gane, Mandioli hingga Kasiruta.

Kebakaran hutan, kebun, dan lahan milik warga yang terjadi di tengah kondisi cuaca kering menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga mengancam sumber penghidupan masyarakat.

“Kita ikut merasakan kesedihan masyarakat yang kebun dan tanamannya terbakar. Ada tanaman yang dirawat bertahun-tahun dan menjadi sumber kehidupan keluarga, namun dalam waktu singkat harus terbakar akibat kondisi kemarau seperti ini,” ujar Bassam.

Karena itu, Bassam meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan maupun sampah.

“Di tengah kondisi seperti ini, mari kita saling menjaga. Jangan membakar sembarangan, jaga lingkungan di sekitar kita dan ketika terjadi kebakaran, mari saling membantu dan bergotong royong agar api tidak meluas,” pesannya.

Selain mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, Bassam juga mengajak masyarakat memanjatkan doa agar musim kemarau segera berakhir dan hujan kembali turun di wilayah Halsel.

“Mari kita berdoa bersama, memohon kepada Allah SWT, pemilik alam semesta, agar hujan segera diturunkan dan kondisi ini segera berlalu. Semoga masyarakat kita selalu diberikan keselamatan, kekuatan dan ketabahan,” katanya.

Bassam menegaskan, menghadapi kemarau panjang dan ancaman kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.

“Pemerintah akan terus memantau kondisi di lapangan. Tetapi yang paling penting adalah kebersamaan kita. Mari saling menjaga, saling membantu dan bergotong royong. Dalam situasi seperti ini, kepedulian kita kepada sesama adalah kekuatan kita bersama,” pungkasnya. (RI/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup