Bawaslu Halsel Dorong Partisipasi Pemuda Kawal Hak Pilih

Katasatu – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali menyelenggarakan kegiatan Ngabuburit Pengawasan, dengan melibatkan berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) dan menghadirkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Selatan.

Kegiatan yang bertajuk “Ngopi (Ngobrol Pemilu), Menanti Magrib, Menjaga Hak Pilih” ini, berlangsung di Kafe Starlight, Desa Mandaong, pada Kamis (5/3/2026).

Sebelumnya, pada 25 Februari 2026, Bawaslu Halsel telah menggandeng kalangan pers melalui kegiatan serupa sebagai upaya memperkuat fondasi demokrasi di luar tahapan pemilu resmi.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Halsel Rais Kahar menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat serta mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan 1447H. Selain itu, acara bertujuan untuk mendiskusikan isu-isu krusial terkait pengawasan pemilu dan pemilihan dalam suasana yang lebih santai serta inklusif.

“Tugas utama Bawaslu bukan langsung melakukan penindakan, melainkan melakukan pencegahan terkait dengan ancaman yang mungkin terjadi pada proses pengawasan dan penyalahgunaan dalam setiap tahapan pemilihan,” ujarnya.

Rais menyebut, dasar hukum yang menjadi landasan untuk melibatkan masyarakat dalam pengawasan pemilu adalah Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif.

Berdasarkan peraturan tersebut, Bawaslu Halsel mengundang berbagai elemen organisasi kepemudaan, antara lain HMI, GAMKI, GMKI, PMII, GP Ansor, GMNI, IMM, PII, KAMMI, serta sejumlah OKP lainnya untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga hak pilih.

Keterlibatan para pemuda diharapkan dapat memastikan setiap tahapan pemilu berjalan dengan lancar, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Meskipun secara teknis tugas pengawasan berada di tangan Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), tanggung jawab untuk menjaga integritas demokrasi adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat, terutama generasi muda sebagai ujung tombak perubahan,” tegas Rais Kahar. (RI/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup