Bassam Dorong Lintas Sektor Perkuat Pencegahan HIV dan Kekerasan Perempuan

doc: istimewa

Katasatu – Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel meningkatkan perhatian terhadap persoalan sosial dan kesehatan masyarakat, terutama kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta HIV/AIDS.

Bassam menilai, tingginya kasus tersebut merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor dan tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang biasa.

Hal itu disampaikan Bassam saat memimpin upacara gabungan ASN Pemkab Halmahera Selatan di Lapangan Kantor Bupati Halsel, Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan Selatan, Senin (31/8/2026).

Upacara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Halsel Dr. Abdillah Kamarullah, SE., MM., para staf ahli, asisten bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta ASN di lingkungan Pemkab Halsel.

Dalam arahannya, Bassam mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Halsel disebut menjadi yang tertinggi di Maluku Utara.

Menurutnya, kasus tersebut juga menunjukkan tren peningkatan hampir setiap tahun. Bahkan, jumlah laporan yang diterima pemerintah daerah saat ini disebut telah mendekati 50 kasus.

“Ini jadi pengingat untuk kita semua. Kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Halmahera Selatan adalah yang tertinggi di Maluku Utara dan meningkat hampir setiap tahun,” kata Bassam.

Ia menegaskan, angka tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat bahwa masih terdapat persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius.

Di sisi lain, Bassam menyebut meningkatnya jumlah laporan tidak selalu berarti seluruh kasus telah terungkap. Menurutnya, keterbukaan masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan memang menjadi perkembangan positif, namun masih dimungkinkan terdapat kasus yang belum dilaporkan.

“Janganlah kita memandang hal ini sebagai hal yang biasa-biasa saja. Ini adalah indikator bahwa kondisi masyarakat kita tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Selain persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Bassam turut menyoroti tingginya kasus HIV/AIDS di Halsel berdasarkan laporan dari sektor kesehatan.

Ia meminta persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Upaya pencegahan, edukasi, deteksi dini, hingga penanganan kasus, kata dia, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Bassam juga menyinggung laporan mengenai dugaan praktik prostitusi di sejumlah tempat kos yang telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah.

Ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama perangkat daerah terkait meningkatkan pengawasan dan segera menindaklanjuti setiap laporan masyarakat sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

“Saya berharap Satpol PP serta seluruh anggota bisa lebih giat lagi. Jika ada temuan di sekitar kita, segera laporkan agar kita bisa mengambil langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Bassam menekankan, penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, HIV/AIDS, serta berbagai persoalan sosial lainnya tidak dapat dibebankan hanya kepada satu instansi.

Ia meminta seluruh ASN memperkuat kepedulian, koordinasi, pengawasan dan langkah pencegahan, sekaligus memastikan setiap laporan masyarakat diverifikasi serta ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. (RI/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup