Obi Selatan Masih Dihantui Pemadaman, Warga Fluk Tagih Pelayanan PLN yang Layak

Ilustrasi

Katasatu – Kehadiran Perusahaan Listrik Negara (PLN) di wilayah Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, yang semula disambut sebagai kabar baik bagi masyarakat, kini mulai menuai kekecewaan. Pasalnya, pasokan listrik yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar warga justru masih kerap terganggu oleh pemadaman, terutama pada malam hari.

Kondisi tersebut dirasakan masyarakat Desa Fluk. Warga mengaku pemadaman listrik yang berulang terjadi ketika masyarakat sedang membutuhkan penerangan untuk menjalankan aktivitas di malam hari.

Padahal, masyarakat Desa Fluk mengaku tidak menuntut pelayanan listrik selama 24 jam. Warga hanya berharap PLN mampu memberikan pelayanan sesuai jam operasional yang selama ini dinikmati masyarakat, yakni sekitar pukul 18.00 hingga 06.00 WIT.

Namun, harapan sederhana tersebut pun dinilai belum mampu dipenuhi secara maksimal.

Warga Desa Fluk, Anji, mengatakan pemadaman listrik belakangan ini semakin sering dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut bukan lagi sekadar gangguan teknis sesaat, melainkan sudah menjadi masalah pelayanan yang berulang dan membutuhkan perhatian serius dari PLN.

“Warga Desa Fluk akhir-akhir ini sudah sering mengeluhkan PLN yang padam saat jam operasional berlangsung,” ungkap Anji, kepada media ini, Rabu (26/8/2026).

Mantan Ketua Pemuda Desa Fluk dua periode itu mengatakan bahwa, listrik yang seharusnya dinikmati masyarakat mulai pukul 18.00 sampai 06.00 WIT, justru menghadirkan rasa cemas karena listrik bisa padam sewaktu-waktu.

Anji mempertanyakan bagaimana masyarakat di wilayah Obi Selatan dapat menikmati pelayanan listrik yang layak apabila dalam durasi pelayanan yang terbatas saja pasokan listrik masih sering terputus.

“Desa lain sudah menyala 24 jam, kami di Fluk 12 jam saja masih susah. Kami tidak perlu listrik menyala pada siang hari. Malam hari saja sudah cukup bagi kami, tetapi jangan sampai listrik yang hanya 12 jam itu pun sering mati,” tegasnya.

Menurut Anji, PLN seharusnya memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab pemadaman yang terus berulang. Warga juga membutuhkan kepastian kapan persoalan tersebut dapat diselesaikan.

Sebab, masyarakat tidak semestinya terus-menerus berada dalam ketidakpastian setiap malam hanya untuk memastikan apakah listrik akan tetap menyala atau kembali padam.

Keluhan serupa disampaikan warga Desa Fluk lainnya, Afrisal. Ia mengatakan pemadaman listrik sudah seperti menjadi rutinitas pada malam hari.

“Sudah menjadi hal yang biasa setiap malam, pasti saja PLN mati berjam-jam. Bahkan terkadang sampai terbit fajar listrik belum juga menyala,” ungkap Afrisal.

Menurutnya, pemadaman yang berlangsung berjam-jam juga berdampak langsung terhadap kehidupan warga. Anak-anak kesulitan belajar pada malam hari, sementara aktivitas ekonomi masyarakat yang membutuhkan listrik ikut terganggu.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan ikut turun tangan dengan meminta PLN memberikan perhatian serius terhadap kondisi kelistrikan di wilayah Obi Selatan.

“Kami juga mengharapkan atensi Bapak Bupati terkait kondisi listrik di desa kami. Kalau memang belum bisa 24 jam, kami hanya meminta listrik malam hari bisa menyala dengan normal. Jangan baru sebentar menyala, kemudian mati lagi berjam-jam,” kata Afrisal.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PLN yang menangani pelayanan kelistrikan di wilayah Obi Selatan belum berhasil dikonfirmasi terkait penyebab pemadaman, durasi gangguan, serta langkah PLN untuk memastikan pasokan listrik di Desa Fluk kembali stabil. (RI/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup