Revitalisasi 66 Sekolah di Halsel Dikebut, 9 Sekolah Capai Progres 90 Persen
Katasatu – Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, tahun 2026 mulai menunjukkan progres. Sebanyak 66 sekolah masuk dalam program yang seluruh pembiayaan fisiknya bersumber dari pemerintah pusat dengan total anggaran mencapai sekitar Rp39 miliar lebih.
Sekretaris Dinas Pendidikan Halsel, Muhammad Agus Umar, mengatakan, 66 sekolah tersebut terdiri atas 32 Sekolah Dasar (SD), 24 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Khusus PAUD, 19 sekolah saat ini sudah dalam tahap pekerjaan. Sementara lima sekolah lainnya baru menyelesaikan penandatanganan PKS (perjanjian kerja sama) di Jakarta dan selanjutnya masuk tahap pelaksanaan,” kata Agus saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (28/9/2026).
Agus menyebut progres pekerjaan sejumlah sekolah sudah cukup tinggi. Dua sekolah jenjang SMP dan tujuh SD tercatat telah mencapai progres di atas 90 persen.
“Pekerjaan revitalisasi mulai berjalan sekitar bulan Juli dan ditargetkan berproses hingga November 2026, menyesuaikan tahapan pekerjaan dan kontrak masing-masing sekolah,” ungkapnya.
Menurut Agus, revitalisasi tersebut berupa pembangunan gedung baru, rehabilitasi bangunan, penataan lingkungan, serta pembangunan dan pembenahan sanitasi. Pekerjaan dapat mencakup ruang kelas baru (RKB), rehabilitasi ruang guru, kantor, perpustakaan, laboratorium, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Bentuk intervensi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Penentuan penerima program mengacu pada data kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang menjadi dasar pemerintah dalam memetakan sekolah yang membutuhkan perbaikan.
“Yang rusak-rusak itu perlahan diperbaiki. Basis datanya ada, sehingga sekolah-sekolah yang membutuhkan bisa terdata dan menjadi dasar pemerintah pusat dalam menentukan intervensi,” katanya.
Agus menegaskan, pemerintah daerah tidak menggunakan APBD untuk membiayai pekerjaan fisik dalam program revitalisasi tersebut. Seluruh anggaran berasal dari pemerintah pusat, dengan besaran setiap sekolah berbeda sesuai jenis dan volume pekerjaan.
“Total anggarannya sekitar Rp39 miliar lebih untuk 66 sekolah. Dan untuk pagu terbesar berada pada tahun anggaran sebelumnya, yaitu di SMPN 19 Halsel di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, dengan nilai sekitar Rp3 miliar,” ujarnya.
Agus berharap revitalisasi tidak berhenti pada pembenahan sarana fisik, tetapi turut mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan. Menurutnya, setelah fasilitas sekolah diperbaiki, peningkatan mutu pembelajaran tetap membutuhkan peran aktif kepala sekolah, guru, dan seluruh tenaga pendidik.
“Kita berharap dengan revitalisasi ini dari sisi fisik, bangunan sekolah bisa terbantukan menjadi lebih baik. Kalau fisiknya sudah dibantu pemerintah pusat, tinggal bagaimana Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, dan para pendidik lebih fokus pada proses pembelajaran,” pungkasnya. (Idal/Red)















Tinggalkan Balasan