Kombinasi Teori dan Praktek, Kuliah di Prodi Budidaya Perairan Unkhair Biking Bangga

Suasana Mahasiswa Prodi Budidaya Perairan Melakukan Kegiatan Studi Lapang di Unit Budidaya Ikan Nila Halmahera Barat

Katasatu- Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun, terus berupaya mencetak sumber daya manusia yang unggul dan adaptif dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan.

Komitmen tersebut tidak hanya tercermin dari kurikulum yang diterapkan, tetapi juga dari pengalaman langsung mahasiswa yang menjalani proses pendidikan di program studi tersebut.

Salah satu mahasiswa, Julfikar Umanahu, membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Program Studi Budidaya Perairan. Ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari program studi tersebut, yang menurutnya memberikan banyak pelajaran berharga, baik dari sisi akademik maupun pengalaman lapangan.

Sejak awal perkuliahan, ia merasakan bahwa pendekatan pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik yang relevan dengan kondisi nyata di lapangan.

Menurut Julfikar, proses perkuliahan yang dijalani membantunya memahami secara menyeluruh tentang dunia budidaya perairan, mulai dari teknik dasar hingga pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

Ia menilai, kombinasi antara materi di kelas dan kegiatan praktikum menjadi salah satu kekuatan utama program studi ini. Melalui praktikum, mahasiswa tidak hanya belajar secara konseptual, tetapi juga dilatih untuk menghadapi berbagai situasi nyata yang sering ditemui di sektor perikanan dan kelautan.

“Selama kuliah di Prodi Budidaya Perairan, saya merasa mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung praktik di lapangan, sehingga lebih memahami kondisi sebenarnya,” ujar Julfikar.

Pengalaman selama kuliah, lanjutnya, membentuk cara berpikirnya menjadi lebih kritis dan solutif dalam melihat potensi sumber daya perairan, khususnya di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara.

Suasana Mahasiswa Prodi Budidaya Perairan Praktek Lapang di Unit Pertambakan Jailolo Halmahera Barat

Ia menyadari bahwa daerah tersebut memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, ia merasa bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah menjadi bekal penting untuk berkontribusi di masa depan.

Selain aspek akademik, Julfikar juga merasakan manfaat dari interaksi dengan dosen dan sesama mahasiswa yang mendukung proses belajar. Lingkungan akademik yang kondusif dinilainya mampu mendorong mahasiswa untuk lebih aktif, kreatif, dan terbuka terhadap berbagai perkembangan ilmu pengetahuan di bidang budidaya perairan.

Ke depan, Julfikar berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya untuk mendukung pengembangan sektor perikanan, khususnya di daerah asalnya. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di bidang budidaya perairan, mengingat besarnya peluang yang tersedia di sektor tersebut.

“Harapan saya ke depan, ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat. Saya ingin ikut berkontribusi dalam pengembangan perikanan, terutama di daerah yang memiliki potensi besar seperti Maluku Utara,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Program Studi Budidaya Perairan Universitas Khairun saat ini membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi https://pmb.unkhair.ac.id, sehingga memberikan kemudahan akses bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh dengan menghubungi kontak program studi di nomor 0852-5681-1505 (Fatma).

Melalui pengalaman mahasiswa seperti Julfikar, Program Studi Budidaya Perairan Universitas Khairun diharapkan semakin dikenal luas sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi yang tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dan kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. (ata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup