Arif Rahman Buka Rapat Kerja IKA PMII Malut, Ini Ucapannya
Katasatu – Bendahara Pengurus Besar (PB) Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman, mendorong kader IKA PMII Maluku Utara untuk mulai fokus mengembangkan potensi sumber daya alam dan membangun kekuatan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Arif Rahman saat melantik dan membuka Rapat Kerja 10 Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Wilayah (PW) IKA PMII Maluku Utara periode 2025–2030 bertema “Era Baru IKA PMII Maluku Utara: Solid, Kolaboratif, dan Produktif” di Ballroom Royal Resto Kota Ternate, Sabtu (9/5/2026).
Dalam sambutannya, politisi Partai NasDem itu menilai Maluku Utara memiliki sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari pertambangan, perkebunan, rempah-rempah hingga sektor pertanian dan perikanan. Namun, menurutnya, kekayaan tersebut belum berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Tambang membentang dari ujung sampai ujung. Setiap hari tongkang berjalan nilainya triliunan rupiah, tetapi masyarakat Maluku Utara masih banyak yang miskin. Kita seperti tikus mati di lumbung padi,” kata Arif.
Ia meminta kader PMII dan IKA PMII tidak lagi terpaku pada orientasi proyek pemerintah, melainkan mulai membangun kekuatan ekonomi melalui pengembangan potensi daerah dan jejaring nasional yang dimiliki para alumni PMII.
Arif juga menyinggung banyaknya kader PMII yang kini menduduki posisi strategis di Kementerian, BUMN hingga lembaga negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, kondisi tersebut harus dimanfaatkan untuk membuka peluang investasi dan pengembangan ekonomi daerah.
“Kita punya jaringan, punya akses, punya investor. Tinggal bagaimana semua itu dikapitalisasi menjadi kekuatan ekonomi bagi kader dan masyarakat,” katanya.
Selain itu, Arif mendorong kader PMII agar tidak hanya berorientasi menjadi pejabat birokrasi, penyelenggara pemilu ataupun jabatan politik tertentu, tetapi juga harus mampu menjadi pengusaha dan pemimpin sektor strategis nasional.
“Ke depan kader PMII harus berpikir lebih besar. Jangan hanya bercita-cita jadi menteri agama atau pejabat tertentu saja. Harus ada yang siap menjadi Menteri BUMN, Menteri Perdagangan, dan pemimpin sektor ekonomi lainnya,” tegasnya.
Ia juga menyebut, salah satu kelemahan kader selama ini adalah kurangnya penguasaan di sektor bisnis dan ekonomi, padahal sejarah Nahdlatul Ulama lahir dari semangat perdagangan melalui Nahdlatut Tujjar.
“Ulama juga harus mengerti bisnis dan teknologi. Rasulullah mengajarkan berdagang. Nahdlatut Tujjar dibangun sebagai kekuatan ekonomi umat sebelum berdirinya Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Arif Rahman mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PW dan PC IKA PMII Maluku Utara yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu melahirkan kader-kader mandiri yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Semoga IKA PMII Maluku Utara bisa menjadi kekuatan yang mewarnai pembangunan dan pengembangan potensi daerah demi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir, Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji, dan Staf Ahli Kota Tidore Kepulauan Asis Hadad.
Selain itu, hadir pula Rektor Universitas Khairun Abdullah W. Jabid, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara Abubakar Abdullah, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta sejumlah rektor perguruan tinggi di Maluku Utara. (RI/Red)















Tinggalkan Balasan