Sarbin Sehe Dorong Alumni PMII Malut Jadi Pengusaha Hebat

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, saat menyampaikan sambutan. (foto: Katasatu)

Katasatu – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mendorong alumni Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya melahirkan pengusaha-pengusaha lokal yang mampu menjadi pemain utama di daerah sendiri.

Hal itu disampaikan Sarbin Sehe saat memberikan sambutan dalam agenda Pengukuhan dan Rapat Kerja 10 Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Wilayah (PW) IKA PMII Maluku Utara periode 2025–2030 bertema “Era Baru IKA PMII Maluku Utara: Solid, Kolaboratif, dan Produktif” di Ballroom Royal Resto, Sabtu (9/5/2026) malam.

Dalam sambutannya, Sarbin menilai IKA PMII Maluku Utara telah melahirkan banyak tokoh penting di bidang politik, birokrasi, akademisi, hingga legislatif. Namun menurutnya, sektor kewirausahaan masih menjadi tantangan besar yang perlu dijawab bersama.

“Kalau belajar politik, banyak tokoh yang bisa menjadi rujukan. Ada yang sudah empat periode di DPRD Kota Ternate dan tidak pernah berpindah partai. Itu menunjukkan konsistensi politik yang luar biasa,” ujar Sarbin.

Ia juga menyebut sejumlah kader PMII yang sukses di dunia birokrasi dan pendidikan, termasuk rektor dan pejabat daerah yang lahir dari rahim organisasi tersebut.

“Kalau belajar birokrasi, kita punya banyak contoh. Belajar jadi rektor juga sudah ada. Tapi yang belum banyak adalah pengusaha-pengusaha hebat dan sukses. Ini menjadi tugas bersama bagaimana melahirkan alumni yang mampu masuk ke sektor ekonomi,” katanya.

Sarbin menegaskan bahwa Maluku Utara memiliki sumber daya alam yang melimpah, mulai dari laut, hutan, rempah-rempah hingga pertambangan nikel. Namun masyarakat lokal, menurut dia, masih belum menjadi pemain utama dalam pengelolaannya.

“Kita punya laut yang luas, hutan yang luas, kekayaan tambang yang besar, tapi kita masih menjadi penonton di negeri sendiri. Karena itu, alumni PMII harus mulai berpikir bagaimana mengambil peran lebih besar,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sarbin turut menyinggung perjuangan pembentukan Undang-Undang Provinsi Kepulauan yang hingga kini terus diperjuangkan oleh 10 provinsi berciri kepulauan di Indonesia, termasuk Maluku Utara.

Menurutnya, daerah kepulauan memiliki karakteristik berbeda dibanding wilayah daratan karena sebagian besar wilayahnya merupakan laut, sehingga membutuhkan kebijakan khusus dari pemerintah pusat.

“Maluku Utara ini 73 persen wilayahnya laut, tetapi program pembangunan nasional belum sepenuhnya menyentuh aspek kemaritiman itu. Karena itu kita terus memperjuangkan Undang-Undang Provinsi Kepulauan, sudah 15 tahun perjuangan ini berjalan, mudah-mudahan terealisasi,” katanya.

Di akhir sambutannya, Sarbin menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus IKA PMII Maluku Utara yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas organisasi dan terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Selamat kepada seluruh pengurus yang telah menerima amanah. Jaga organisasi ini dengan baik dan terus berkomitmen memajukan Kabupaten/Kota masing-masing dan juga Maluku Utara,” pungkasnya. (RI/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup