45 Kebakaran Lahan Terjadi di Halsel, Damkar Ungkap Dugaan Penyebabnya

Ilustrasi

Katasatu – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai selama musim kemarau di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Halsel mencatat sedikitnya 45 peristiwa kebakaran lahan dan hutan terjadi sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan didominasi kawasan yang memiliki lahan kosong serta perkebunan warga.

Wilayah Kecamatan Bacan dan sejumlah kecamatan di sekitarnya, seperti Bacan Timur dan Bacan Selatan, menjadi kawasan yang paling banyak dilaporkan mengalami kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Halsel, Indra Faris, mengatakan kondisi kemarau menjadi salah satu faktor yang membuat lahan lebih mudah terbakar dan api cepat merambat.

“Rata-rata kebakaran kebanyakan terjadi di lahan kosong milik pemerintah daerah dan lahan perkebunan warga,” kata Faris kepada Wartawan, Selasa (1/9/2026).

Menurut Faris, laporan kebakaran bahkan hampir diterima pihaknya setiap hari sejak musim kemarau berlangsung. Meski sebagian besar kebakaran dapat segera ditangani, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena kebakaran berpotensi meluas apabila terjadi di kawasan yang sulit dijangkau.

“Sejak berlangsungnya musim kemarau, hampir setiap hari kami menerima laporan peristiwa kebakaran lahan,” ujarnya.

Dari puluhan kejadian tersebut, penyebab kebakaran belum seluruhnya dapat dipastikan. Namun, pihaknya menduga sebagian kebakaran dipicu aktivitas pembakaran lahan yang kemudian tidak terkendali.

Kondisi vegetasi yang kering turut memperbesar potensi api cepat menyebar. Selain itu, puntung rokok yang dibuang sembarangan juga diduga menjadi salah satu pemicu kebakaran.

“Kemudian ada juga penyebabnya adalah puntung rokok yang dibuang secara sembarangan. Sementara penyebab lainnya, kita belum tahu pasti,” tuturnya.

Faris mengatakan, sebagian besar lokasi kebakaran masih berada di sekitar jalan raya dan permukiman warga. Kondisi tersebut membuat petugas relatif mudah mengerahkan armada untuk melakukan pemadaman.

Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi berbeda dapat terjadi apabila kebakaran menjalar ke kawasan yang jauh dari akses kendaraan. Keterbatasan akses menuju lokasi dinilai dapat memperlambat proses pemadaman dan meningkatkan risiko kebakaran meluas.

“Yang kami khawatirkan itu jangan sampai kebakaran terjadi di lokasi yang sulit diakses oleh armada,” ungkapnya.

Karena itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Halsel meminta masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau.

Menurut Faris, upaya pencegahan menjadi penting karena kebakaran yang awalnya berskala kecil dapat berkembang apabila tidak segera ditangani, terlebih ketika kondisi lahan dalam keadaan kering.

“Sehingga kami terus mengimbau masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Meski telah terjadi 45 peristiwa Karhutla dalam dua bulan, Faris memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut.

Ia menegaskan personel Damkar Halsel tetap disiagakan setiap hari untuk merespons setiap laporan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi kebakaran dengan skala lebih besar.

“Petugas kami tetap siaga. Karena jangan sampai terjadi kebakaran dengan skala besar. Jadi ketika ada kebakaran sekalipun skalanya kecil, kami langsung turun memadamkan,” pungkasnya.

Sementara kebakaran terbaru dilaporkan terjadi di Desa Hidayat. Dalam penanganan kejadian tersebut, personel Polres Halsel juga turun ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Dengan masih berlangsungnya kondisi kemarau, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber-sumber api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran lahan. (RI/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup