130 Guru MTs dan MA di Halsel Ikuti MGMP, Fokus Tingkatkan Mutu Pembelajaran

doc: istimewa

Katasatu – Sebanyak 130 guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, mengikuti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) gabungan yang digelar selama tiga hari, 26–28 September 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula MA Alkhairaat Labuha tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat kompetensi profesional, bertukar pengalaman, serta membahas strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di lingkungan madrasah.

MGMP menghadirkan H. Jamal Sehat, S.Pd., MM., sebagai narasumber. Kegiatan turut dihadiri Pengawas Madrasah Saleh Hi. Umar, S.Pd., M.Pd.I., para kepala madrasah, serta guru MTs dan MA se-Halsel.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasubbag Tata Usaha (TU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Halsel, Hamdi Berhet, S.Ag., yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Halsel, H. Saiful Djafar Arfa. Pembukaan turut didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Halsel, Afais Abdullah, S.Pd.I., M.Pd.

Dalam sambutannya, Hamdi menegaskan bahwa MGMP tidak seharusnya dipandang hanya sebagai agenda rutin guru, tetapi harus dimanfaatkan sebagai forum pengembangan kapasitas dan peningkatan kualitas pembelajaran.

Ia mendorong para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif, terutama dalam bertukar pengalaman, mengidentifikasi persoalan pembelajaran, serta mencari solusi yang dapat diterapkan di madrasah masing-masing.

“Para guru diharapkan tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai agenda rutin, tetapi dapat memanfaatkan forum ini untuk berbagi pengalaman, memperkuat kompetensi mengajar, serta membahas berbagai persoalan pembelajaran yang dihadapi di madrasah,” ujarnya.

Menurut Hamdi, peningkatan mutu pendidikan di madrasah tidak terlepas dari kapasitas tenaga pendidik. Karena itu, forum seperti MGMP perlu diarahkan pada penguatan kompetensi guru dan pengembangan praktik pembelajaran yang lebih efektif.

Sementara itu, Ketua Panitia MGMP, Naim Sarmin, S.Pd.I., menyampaikan kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 September 2026.

Ia mengatakan, pelaksanaan MGMP diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tahun ini, tetapi dapat menjadi agenda berkelanjutan sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan kompetensi guru.

“MGMP ini akan terus dilanjutkan setiap tahun sebagai wadah bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran,” katanya.

Sekretaris Panitia MGMP, Mubin Alasan, S.Ag., menambahkan bahwa tingginya partisipasi peserta menunjukkan adanya perhatian dan kebutuhan guru terhadap forum pengembangan kompetensi.

Menurutnya, keikutsertaan sekitar 130 guru dari jenjang MTs dan MA menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi antarguru sekaligus memperkuat kualitas pendidikan madrasah di Halsel.

“Kami mengapresiasi antusiasme para guru yang mengikuti kegiatan ini. Semoga MGMP dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi guru dan mutu pendidikan madrasah,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, para guru diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dapat membawa hasil pembahasan MGMP ke ruang kelas untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Dengan demikian, MGMP diharapkan menjadi wadah yang berkelanjutan dalam membangun budaya berbagi pengetahuan, meningkatkan kompetensi profesional guru, dan mendorong pembelajaran yang lebih efektif di madrasah se-Kabupaten Halsel. (Idal/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup