Ibu Gubernur dan Media TikTok-Nya: Ketika Kepemimpinan Bertemu dengan Media Digital
Di era digital saat ini, munculnya media baru telah membuka saluran komunikasi yang dapat di gunakan sebagai kebutuhan pribadi maupun organisasi, hingga lembaga pendidikan. Fenomena ini tidak hanya merubah cara masyarakat berkomunikasi. Tetapi, dapat mengubah cara para aktor politik dalam berinteraksi.
Salah satu media baru yang menjadi sorotan utama ialah TikTok. Platfrom video singkat ini menjadi alat yang sangat massif yang mana terbukti dengan jumlah pengguna di indonesia sebanyak 194, 37 Juta pengguna. Angka yang drastis ini menjadikan Indonesia sebagai urutan pertama dengan pengguna TikTok terbanyak yakni pada tahun ini, berdasarkan laporan terbaru dari We Are Social dan Meltwater.
Perkembangan masif ini telah dimanfaatkan secara cerdas oleh ibu Serly Tjoanda untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang pemimpin. Salah satu kunci keberhasilan strategi digital bagaimana gaya kepemimpinanya yang telihat secara adaptif di media Plotform tersebut.
Popularitas media ini juga telah mengubah cara para pemimpin dalam berinteraksi dan memperoleh penyampain informasi. Sebagaimana konten yang di perlihatkan oleh aktor politik ini menjadi lebih menarik, karena dikemas dengan video singkat namun menarik untuk ditonton sehingga ini menjadi lebih efektif dalam menyampaian informasi serta pesan-pesan utama kepada khalayak masyarakat.
Keputusan ibu gubernur untuk aktif di TikTok tentunya manifestasi nyata dan sangat luar biasa dari perpaduan antara seorang pemimpinan dengan media Digital. Melalui kontennya yang menarik relatable serta terlihat ibu Sherly berhasil mengubah suatu keadaan untuk kebutuhan bersama semasa jabatannya sekarang sehingga tidak terlihat kaku.
Beliau juga tidak hanya pengunggah pengumuman resmi tetapi juga menunjukan kegiatan secara langsung turun kepada warga yang kurang mampu dalam program rumah layak huni dari ini dapat kita lihat bersama bahwa semasa kepemimpian ibu Sherly, beliau memberikan contoh nyata kepemimpan yang merakyat lewat program rumah layak huni ini.
Aktor politik ini secara tidak langsung telah memberikan keuntungan yang signifikan dalam aksesibilitas infomasi. Dengan 194 juta pengguna di indoensia, pesan dan kebijakan pemerinta dapat di jangkau oleh masyarakat baik di pesisir pantai maupun perkotaan secara efisien dan dimana saja dibandingkan dengan media cetak atau televisi tradisional. Ini bukan hanya sekedar popularitas melainkan transparansi aksesibilitas pemerintah sehingga menjadi lebih mudah di lihat dan di tonton manuasia pribumi pada umumnya serta dapat mendorong partisipasi dan umpan balik dari masyarakat secara langsung
Pada akhirnya, pemanfatan yang dipilih ibu Sherly yakni TikTok menjadikan beliau sebagi pemimpian yang adaptif dan sesuai dengan keadaan masyarakat, baik di desa maupun perkotaan.***
Rahmafita Soamole
Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Penyiran Islam Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dan Kabid Kajian Sahabat Nulis















Tinggalkan Balasan