SPBU Labuha Belum Layani Warga hingga 10.30 WIT, Pengantre Tunggu Berjam-jam
Katasatu – Warga mengeluhkan pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, yang belum melayani pengisian BBM hingga sekitar pukul 10.30 WIT, Jumat (18/9/2026).
Kondisi tersebut membuat sejumlah warga harus menunggu berjam-jam di area SPBU tanpa kepastian kapan pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) dimulai.
Pantauan di lokasi pada pukul 10.25 WIT, kendaraan pengangkut BBM Pertamina masih terlihat melakukan proses distribusi BBM di SPBU Labuha. Sementara itu, sejumlah kendaraan warga telah mengantre dan masih menunggu pelayanan.
Salah satu pengantre, Fitri, mengaku telah berada di SPBU sejak pukul 08.00 WIT. Namun, hingga lebih dari dua jam menunggu, dirinya belum mendapatkan kepastian mengenai waktu pelayanan.
“Kami terpaksa antre berjam-jam menunggu SPBU buka. Kami tidak tahu kapan SPBU akan melayani pengisian BBM,” keluh Fitri.
Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan warga yang membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Warga harus meluangkan waktu cukup lama hanya untuk menunggu kepastian pelayanan.
Keluhan juga disampaikan Oji, seorang tukang ojek. Ia mengaku keterlambatan pelayanan BBM berdampak langsung terhadap aktivitasnya mencari nafkah.
“Kami para pekerja yang bergantung pada kendaraan merasa sangat dirugikan. Saya tidak bisa maksimal mengantar penumpang karena harus menunggu BBM,” ujarnya.
Meski belum memperoleh kepastian waktu pelayanan, para pengantre tetap bertahan di SPBU. Mereka memilih menunggu hingga proses distribusi BBM selesai dan pelayanan pengisian kembali dibuka.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera memberikan perhatian terhadap persoalan pelayanan serta distribusi BBM di SPBU Labuha.
Mereka juga meminta adanya informasi yang jelas kepada masyarakat apabila terjadi keterlambatan pelayanan, sehingga warga tidak harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian.
Bagi pekerja yang menggantungkan penghasilan dari kendaraan, kepastian ketersediaan dan pelayanan BBM dinilai penting karena keterlambatan pengisian dapat berdampak langsung terhadap aktivitas dan pendapatan mereka. (RI/Red)















Tinggalkan Balasan