Samsir Ali Koda Pimpin Panitia Musyawarah ke-III IKB Makayoa, Keluarga Makayoa Diajak Bersatu
Katasatu – Poros Muda Makayoa bersama perwakilan keluarga besar Makian Kayoa menetapkan susunan awal panitia Musyawarah ke-III Ikatan Keluarga Besar Makian Kayoa (IKB Makayoa) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dalam rapat yang berlangsung di Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Kamis (15/10/2026) malam.
Hasil rapat tersebut menetapkan Samsir Ali Koda sebagai ketua panitia, Sahmar M. Zen sebagai sekretaris, dan Rosita Syarif sebagai bendahara.
Ketua panitia terpilih, Samsir Ali Koda, berharap seluruh panitia dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi aturan organisasi, serta membangun komunikasi dan koordinasi yang baik selama proses persiapan berlangsung.
“Keberhasilan musyawarah tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaannya, tetapi juga oleh kesiapan panitia dalam mengelola setiap tahapan secara tertib, terbuka, dan mengedepankan kepentingan bersama,” ucapnya.
Ia menegaskan, Musyawarah ke-III IKB Makayoa bukan semata-mata forum untuk menentukan kepemimpinan organisasi, melainkan momentum memperkuat persaudaraan, menyatukan pandangan, serta menjaga kekompakan keluarga besar Makian Kayoa.
“Karena itu, seluruh panitia diharapkan dapat bekerja secara kolektif, menghindari kepentingan pribadi maupun kelompok, dan menjadikan musyawarah sebagai ruang bersama untuk menentukan konstribusi organisasi ke depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Poros Muda Makayoa, Samsudin Chalil, menegaskan bahwa IKB Makayoa adalah organisasi paguyuban yang berorientasi pada persaudaraan dan kebersamaan. Karena itu musyawarah ke-III adalah sarana mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh elemen keluarga besar Makian Kayoa.
“Musyawarah ke-III ini harus menjadi ruang pemersatu, bukan sumber perpecahan. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi, tetapi harus dikelola melalui dialog dan mekanisme yang baik dengan tetap mengutamakan persaudaraan serta kepentingan bersama,” tegasnya.
Samsudin berharap panitia yang telah terbentuk dapat bekerja secara profesional, menjaga netralitas, dan membangun koordinasi dengan seluruh unsur keluarga besar Makian Kayoa agar proses persiapan musyawarah berjalan lancar.
Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan terhadap organisasi harus dijaga melalui proses yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, hasil musyawarah nantinya diharapkan memperoleh penerimaan yang baik dari seluruh keluarga besar Makian Kayoa.
“Harapan kami, panitia dapat menunjukkan komitmennya melalui kerja nyata, bukan sekadar rencana. Mari kita kawal seluruh tahapan ini dengan semangat kebersamaan agar Musyawarah ke-III IKB Makayoa berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang membawa organisasi semakin solid,” pungkasnya.
Pembentukan panitia tersebut diharapkan menjadi titik awal konsolidasi seluruh elemen keluarga besar Makian Kayoa dalam menyukseskan Musyawarah ke-III IKB Makayoa, sekaligus memperkuat peran paguyuban sebagai wadah silaturahmi, persatuan, dan kontribusi bagi masyarakat.
(Red)















Tinggalkan Balasan