Bassam Kasuba Minta ASN Waspada Karhutla dan Hemat Air di Tengah Kemarau Panjang

doc: istimewa

Katasatu – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, Hasan Ali Bassam Kasuba, meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menghemat penggunaan air bersih di tengah kemarau panjang.

Arahan tersebut disampaikan Bassam saat memimpin apel gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel di lapangan apel Kantor Bupati, Senin (12/10/2026).

Bassam mengatakan, kondisi kemarau yang telah berlangsung lebih dari empat bulan tanpa hujan meningkatkan risiko kebakaran dan memperparah kekeringan di sejumlah wilayah.

“Karena itu, kami meminta seluruh ASN tidak hanya mengandalkan dinas teknis dalam menangani persoalan tersebut, tetapi turut mengambil peran aktif dalam mencegah kebakaran dan melaporkan titik-titik api di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

Menurutnya, penanganan kebakaran membutuhkan keterlibatan bersama agar kejadian serupa tidak meluas dan menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

“Saya berharap secara kolektif Bapak dan Ibu menjadi orang terdepan dalam menginformasikan dan menangani titik-titik kebakaran yang ada di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Selain ancaman kebakaran, Bassam juga mengingatkan masyarakat dan ASN agar menggunakan air bersih secara bijaksana. Ia menyebut, sejumlah sumber air di wilayah Halsel mulai mengering akibat minimnya curah hujan.

Kondisi tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian bersama karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Prioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan penting dan rumah tangga saja. Penggunaan air untuk keperluan lain, perlu disesuaikan dengan kondisi ketersediaan air,” pintanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pemborosan yang berpotensi memperburuk keterbatasan pasokan air bersih.

“Kita berharap penggunaan air bersih di rumah masing-masing dimulai dari kita, kemudian mengimbau masyarakat di sekitar agar bijaksana menggunakan air sesuai kebutuhan,” katanya.

Bassam berharap, kewaspadaan terhadap kebakaran dan penghematan air menjadi gerakan bersama selama musim kemarau berlangsung.

“Kita harapkan prediksi BMKG mengenai peluang turunnya hujan pada November atau Desember dapat terealisasi. Namun, jika hujan belum turun, masyarakat harus tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan kemarau yang lebih panjang,” pungkasnya.

(Idal/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup