16 Desa di Halsel Masuk Tahap Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Katasatu – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengakomodir usulan 21 desa di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, dalam program Kampung Nelayan Merah Putih.
Dari 21 desa tersebut, sebanyak 16 desa telah menyelesaikan proses kontrak dan siap memasuki tahap pembangunan dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Halsel, Idris Ali, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan sarana dan prasarana perikanan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Total 21 desa yang masuk program tersebut. Dan saat ini sudah 16 desa yang kontraknya rampung,” ujar Idris saat ditemui di Kantor DPRD Halsel, Rabu (7/10/2026).
Menurut Idris, pembangunan berbagai fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah pusat melalui program Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sementara itu, pemerintah daerah berperan dalam menyiapkan lahan yang menjadi lokasi pembangunan fasilitas tersebut. Fasilitas yang akan dibangun meliputi pabrik es, gudang beku, dermaga, tempat pelelangan ikan (TPI), bengkel docking, kantor koperasi, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
“Kita pemerintah daerah hanya menyediakan lahan. Kalau biaya pembangunan, seluruhnya ditanggung pemerintah pusat,” jelasnya.
Ditangani Tiga Perusahaan
Idris menyebut pembangunan 16 desa yang telah menyelesaikan kontrak tersebut terbagi dalam beberapa paket pekerjaan dan ditangani oleh tiga perusahaan berbeda. PT Sultan Sukses Mandiri menangani dua paket pekerjaan yang mencakup 10 desa.
Paket pertama meliputi Desa Bajo, Bibinoi, Sidopo, Indari, dan Panamboang. Sedangkan paket kedua mencakup Desa Dowora, Laluin, Matuting, Kukupang, dan Loleo Jaya.
Selanjutnya, PT Gelora Megah Sejahtera mengerjakan paket pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di lima desa, yakni Talimau, Bokimiake, Kampung Baru, Lele, dan Waya. Sementara satu desa lainnya, yakni Desa Silang, ditangani oleh CV Bambu Runcing.
“Perusahaan ketiga adalah CV Bambu Runcing yang mengerjakan paket pembangunan di Desa Silang,” kata Idris.
Ia menjelaskan, penetapan desa sebagai lokasi program Kampung Nelayan Merah Putih tidak dilakukan secara langsung. Desa-desa yang diusulkan terlebih dahulu melalui tahapan verifikasi untuk memastikan potensi perikanan serta kesiapan lokasi dan masyarakat penerima manfaat.
“Setiap desa yang ditetapkan dalam program tersebut diproyeksikan mendapat dukungan anggaran sekitar Rp22 miliar hingga Rp23 miliar per tahun,” pungkasnya.
Dengan dukungan tersebut, program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak hanya menyediakan infrastruktur perikanan, tetapi juga memperkuat rantai usaha nelayan mulai dari penanganan hasil tangkapan, penyimpanan, pemasaran hingga pengembangan kelembagaan ekonomi masyarakat pesisir.
Untuk 21 desa yang telah diakomodir, pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan kontrak, lokasi, dan tahapan pelaksanaan program.
(Idal/Red)















Tinggalkan Balasan