Serapan Tenaga Kerja Halsel Capai 422 Orang, Skill Masih Jadi Tantangan

Ilustrasi

Katasatu – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, mencatat 422 pencari kerja telah diterima dan bekerja melalui proses penempatan tenaga kerja hingga akhir September 2026.

Kabid Penempatan Disnakertrans Halsel, Erwin Dodengo, mengatakan angka tersebut merupakan pencari kerja yang telah mengikuti proses rekrutmen, dinyatakan diterima perusahaan, dan telah mulai bekerja.

“Data 422 orang itu adalah mereka yang sudah diterima dan bekerja. Angka itu belum termasuk pencari kerja yang masih dalam proses pemanggilan maupun yang masih menjalani pemeriksaan kesehatan atau MCU,” kata Erwin kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).

Selain data penempatan tenaga kerja, Disnakertrans mencatat sebanyak 2.009 pencari kerja telah terdata melalui layanan kartu kuning atau kartu pencari kerja hingga September 2026.

Menurut Erwin, angka tersebut tidak dapat sepenuhnya dimaknai sebagai jumlah pengangguran. Data kartu kuning juga mencakup warga yang telah bekerja tetapi masih memiliki kartu pencari kerja, pencari kerja yang masih mencari pekerjaan, serta mereka yang sedang mengikuti tahapan rekrutmen.

“Jadi 2.009 itu data pencari kerja yang tercatat melalui kartu kuning. Tidak semuanya sedang menganggur atau belum bekerja. Ada yang sudah bekerja, tetapi masih memiliki kartu kuning, ada yang masih mencari kerja, dan ada juga yang sedang mengikuti proses rekrutmen,” jelasnya.

Di tengah kebutuhan tenaga kerja perusahaan yang terus berkembang, Disnakertrans menilai kompetensi menjadi salah satu tantangan utama tenaga kerja lokal Halsel, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan teknis.

Kepala Disnakertrans Halsel, Dr. Daud Djubedi, mengatakan salah satu kebutuhan tenaga kerja yang cukup tinggi adalah operator alat berat. Namun, kebutuhan tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi tenaga kerja lokal karena keterampilan yang tersedia belum sesuai dengan persyaratan perusahaan.

“Kalau perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan skill tertentu, tentu yang melamar harus memiliki keterampilan sesuai kebutuhan. Kalau tidak sesuai, maka tidak bisa diterima,” katanya.

Daud mencontohkan kebutuhan operator ekskavator dalam Saruma Job Fair 2026 yang digelar 10-13 Juni 2026. Salah satu perusahaan, PT MAA, membuka kebutuhan hingga 45 operator ekskavator, tetapi tidak ada pencari kerja lokal yang mendaftar untuk posisi tersebut.

“Contohnya operator ekskavator. Ada satu perusahaan, PT MAA, yang membutuhkan 45 operator dalam pelaksanaan Saruma Job Fair kemarin, tetapi tidak ada yang masuk melamar. Ini menunjukkan bahwa pelatihan memang penting,” ujarnya.

Menurut Daud, kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dunia usaha dan kompetensi pencari kerja lokal. Jika tidak diatasi melalui peningkatan keterampilan, peluang kerja yang tersedia berpotensi lebih banyak diisi tenaga kerja dari luar daerah.

Karena itu, Disnakertrans mulai mengarahkan program pelatihan berdasarkan kebutuhan riil dunia kerja. Orientasi pelatihan tidak hanya pada jumlah peserta, tetapi juga pada jenis keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.

“Kalau tenaga kerja lokal tidak memiliki skill yang dibutuhkan, kita akan tertinggal. Akhirnya tenaga kerja dari luar daerah atau luar provinsi yang lebih banyak masuk,” katanya.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut pelaksanaan Job Fair. Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Disnakertrans menggunakan kegiatan tersebut untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja sekaligus mengidentifikasi keterampilan yang masih belum tersedia di kalangan pencari kerja lokal.

Penguatan kompetensi dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk pelatihan operator ekskavator dan dump truck, serta keterampilan lain seperti menjahit, hidroponik, tata rias, pembuatan roti dan perbaikan AC.

“Kami berharap peningkatan kompetensi tersebut dapat memperluas pilihan pekerjaan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal dalam memenuhi kebutuhan perusahaan yang beroperasi di Halsel,” pungkasnya.

(Idal/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup