Pemkab Halsel Dorong Hilirisasi Rumput Laut, Pabrik Pengolahan Uji Coba November
Katasatu – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, terus mendorong pengembangan sektor rumput laut melalui pembangunan ekosistem usaha yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bibit, budidaya, pengeringan, penyimpanan hingga pengolahan menjadi produk bernilai tambah.
Program tersebut dimulai dari wilayah Zona II, termasuk kawasan Posi-Posi, Laluin dan Talimau. Selain memperkuat kapasitas produksi petani, pemerintah daerah juga menyiapkan fasilitas penunjang untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas rumput laut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Halsel, Muhammad Nur, mengatakan pengembangan rumput laut menjadi salah satu agenda yang dievaluasi pemerintah daerah dalam upaya memperkuat program agromaritim.
Menurutnya, fasilitas gudang penampungan rumput laut yang ditempatkan di desa Laluin telah selesai dibangun. Gudang tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 75 hingga 100 ton rumput laut kering dari hasil panen petani.
“Gudang sudah selesai. Sebagian rumput laut yang dipanen juga sudah dikeringkan di sana. Sekarang sedang dibangun pabrik pengolahan yang ditargetkan bisa mulai uji coba produksi pada November,” ujar Muhammad Nur saat dikonfirmasi di Kantornya, Jumat (2/10/2026).
Ia menjelaskan, untuk pembangunan pabrik pengolahan yang ditempatkan di desa Laluin juga masih berlangsung. Saat ini, pekerjaan masih berada pada tahap awal konstruksi, termasuk pengerjaan fondasi.
“Pabrik tersebut direncanakan mengolah rumput laut menjadi sejumlah produk, seperti tepung agar, dodol, dan keripik. Pengembangan produk akan disesuaikan dengan kebutuhan serta peluang pasar,” ungkapnya.
Menurut Muhammad Nur, pengolahan tersebut diharapkan memberikan nilai tambah dibandingkan penjualan rumput laut dalam bentuk bahan mentah atau rumput laut kering.
“Dalam konsep agromaritim, kita tidak hanya menjual bahan mentah. Kita juga ingin mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” jelasnya.
Petani Rumput Laut Bakal Didampingi Ahli
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan teknis bagi petani untuk meningkatkan kualitas budidaya.
Muhammad Nur menyebutkan, hasil riset dan evaluasi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi salah satu rujukan untuk memperbaiki metode budidaya rumput laut di wilayah tersebut.
“Beberapa persoalan yang menjadi perhatian itu seperti kondisi arus laut dan penyakit yang menyerang rumput laut. Penanganannya membutuhkan pendampingan teknis agar petani dapat menerapkan metode budidaya yang sesuai,” katanya.
Dinas terkait nantinya akan melibatkan tenaga ahli dari IPB untuk mendukung penyuluh perikanan dalam memberikan pendampingan kepada petani rumput laut.
“Dengan pola tersebut, petani diharapkan dapat berkonsultasi mengenai kendala yang dihadapi selama proses budidaya dan memperoleh rekomendasi penanganan yang tepat,” imbuhnya.
Pasar Jadi Perhatian
Di sisi lain, pemerintah daerah menilai kepastian pasar menjadi faktor penting agar pengembangan rumput laut memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Muhammad Nur mengatakan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi diharapkan berperan aktif menjajaki calon pembeli atau mitra usaha yang dapat menyerap hasil panen petani.
Keberadaan gudang penampungan diharapkan menjadi daya tarik bagi pedagang karena dapat memudahkan pengumpulan hasil panen dalam jumlah besar sebelum dikirim ke pasar tujuan.
“Pemerintah desa juga berencana mendukung pengembangan kawasan tersebut melalui pembangunan tambatan perahu atau tempat sandar kapal yang lebih memadai. Fasilitas itu diharapkan mempermudah proses pengangkutan ketika volume hasil panen meningkat,” pungkasnya.
Dengan dukungan fasilitas penyimpanan, pengolahan, pendampingan teknis, dan perluasan pasar, pengembangan rumput laut di Halsel diharapkan dapat membentuk rantai usaha yang lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
Penulis: Ridal Lahani















Tinggalkan Balasan