Dokter Sudah Disiapkan, RSP Pulau Makian Masih Menunggu Kelengkapan Fasilitas

Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Asia Hasyim. [doc: Idal/Katasatu]

Katasatu – Rumah Sakit Pratama (RSP) Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, belum dapat dioperasikan karena masih membutuhkan penyelesaian sejumlah fasilitas penunjang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Halsel pun mendorong alokasi anggaran lanjutan dalam APBD 2027 agar fasilitas kesehatan tersebut segera difungsikan.

Kelengkapan fasilitas menjadi salah satu pekerjaan yang perlu dituntaskan sebelum RSP Pulau Makian dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah kebutuhan yang disoroti antara lain penataan halaman dan area parkir kendaraan, pembangunan pagar, serta fasilitas kesehatan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Asia Hasyim, mengatakan usulan anggaran untuk melanjutkan pembangunan RSP Pulau Makian telah diajukan untuk tahun anggaran 2027. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti rincian item pekerjaan yang masuk dalam usulan tersebut.

“Halaman harus dipasang paving untuk area parkir, kemudian pagar dan fasilitas kesehatan yang lain. Ini kita sudah usul untuk tahun 2027, tapi saya belum tahu pasti item-item apa saja yang diusulkan untuk RSP Makian ini,” kata Asia seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Halsel, Senin (2/11/2026).

Menurut Asia, besaran anggaran yang dibutuhkan untuk menuntaskan pembangunan rumah sakit tersebut diperkirakan kurang dari Rp10 miliar. Meski demikian, angka itu masih berupa perkiraan karena kebutuhan riil belum dipastikan melalui pemeriksaan langsung di lokasi.

Dinkes Halsel berencana turun ke lapangan untuk mengidentifikasi fasilitas yang belum tersedia maupun pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan anggaran secara lebih terukur.

“Tidak sampai Rp10 miliar, di bawah dari itu. Kita mau turun cek di lokasi untuk melihat fasilitas apa saja yang perlu diselesaikan,” ujarnya.

Selain penyelesaian fisik bangunan, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Asia menyebut sejumlah dokter telah disiapkan untuk bertugas di RSP Pulau Makian. Tenaga kesehatan lainnya juga akan ditugaskan untuk mendukung pelayanan ketika rumah sakit mulai difungsikan.

Ia menegaskan, pemerintah daerah melalui Dinkes Halsel tetap mendorong agar RSP Pulau Makian dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan tidak menjadi bangunan yang terbengkalai.

“Dokternya sudah ada, tenaga kesehatan juga akan kita tugaskan di situ. Jadi RSP Makian tetap difungsikan, tidak mungkin tidak difungsikan,” tegasnya.

Dengan demikian, penyelesaian fasilitas penunjang dan kepastian dukungan anggaran menjadi pekerjaan penting agar pembangunan RSP Pulau Makian dapat dituntaskan.

Dinkes Halsel berharap usulan anggaran dalam APBD 2027 dapat mendukung percepatan penyelesaian fasilitas tersebut sehingga masyarakat di Pulau Makian dan Kayoa bisa memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat.

(Idal/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup