GP Ansor Halsel Dukung Jefrison Pureng dalam Pemilihan Pengurus PIKI, Perkuat Pesan Toleransi

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Halsel, Muhlis Usman. (doc: istimewa)

Katasatu – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, menunjukkan komitmennya dalam merawat persaudaraan dan toleransi lintas organisasi melalui dukungan moril kepada Jefrison Pureng dalam momentum pemilihan kepengurusan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI).

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Halsel, Muhlis Usman. Sikap ini menjadi gambaran pentingnya membangun komunikasi dan solidaritas antarlembaga, tanpa menjadikan perbedaan agama maupun latar belakang organisasi sebagai penghalang untuk menjalin kebersamaan.

“Dukungan lintas organisasi merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan sosial dan menjaga keharmonisan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk,” ucap Muhlis kepada media ini, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, Jefrison Pureng memiliki pengalaman dalam dunia organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bacan periode 2018–2020.

“Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memahami dinamika organisasi, membangun konsolidasi, serta menjalankan kepemimpinan yang mengedepankan kepentingan bersama,” ungkapnya.

Muhlis memandang bahwa perbedaan keyakinan, pandangan, maupun latar belakang organisasi tidak seharusnya menjadi sekat dalam membangun hubungan antarsesama.

“Sebaliknya, keberagaman perlu menjadi kekuatan untuk memperluas ruang dialog, mempererat persaudaraan, dan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan,” tambahnya.

Dalam momentum pemilihan kepengurusan PIKI, GP Ansor Halsel berharap seluruh tahapan dapat berjalan secara demokratis, menjunjung tinggi etika organisasi, serta mengedepankan semangat kekeluargaan dan penghormatan terhadap setiap pihak.

GP Ansor pun mendorong agar komunikasi dan kolaborasi lintas organisasi terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga keberagaman.

Di tengah masyarakat Halmahera Selatan yang majemuk, perbedaan bukanlah alasan untuk menjauh, melainkan menjadi landasan untuk membangun solidaritas, persatuan, dan kehidupan sosial yang damai serta harmonis.

(Idal/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup