Safri Talib Minta Akses Modal hingga Alat Tangkap Jadi Prioritas Agro-Maritim

Ketua Komisi III DPRD Halsel, Safri Talib. [doc: istimewa]

Katasatu – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dari Fraksi PKB, Safri Talib, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel memperkuat disiplin penggunaan anggaran dan memastikan setiap program pembangunan benar-benar mendukung visi agro-maritim.

Hal itu disampaikan Safri dalam Rapat Paripurna ke-26 Masa Persidangan III Tahun 2026 dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Halsel Tahun Anggaran 2026, di ruang paripurna DPRD Halsel, Kamis (10/9/2026) sore.

Safri menegaskan, rapat paripurna merupakan forum tertinggi daerah untuk merumuskan dan menyepakati berbagai kebijakan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari kesejahteraan aparatur, tetapi terutama dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan dan anggaran daerah.

“Yang paling prinsip adalah bagaimana masyarakat kita bisa menikmati kesejahteraan yang kita rumuskan secara bersama-sama melalui APBD. Satu rupiah pun dalam APBD harus dipergunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Karena itu, Safri meminta Pemkab Halsel lebih disiplin dalam menentukan program dan kegiatan, terutama agar seluruh kebijakan anggaran tetap berada dalam koridor visi pembangunan agro-maritim yang menjadi salah satu arah utama pemerintahan saat ini.

Safri mengakui, memasuki tahun kedua pemerintahan, pembangunan berbasis agro-maritim belum sepenuhnya terlihat secara fisik. Namun, ia tetap berharap visi tersebut konsisten menjadi pijakan utama pemerintah daerah.

“Kami menaruh keyakinan bahwa Saudara Bupati dan Wakil Bupati tetap mengedepankan agro-maritim sebagai prinsip pembangunan yang sudah kita sepakati bersama,” tuturnya.

Ia menilai konsep agro-maritim sangat relevan dengan karakter masyarakat Halsel yang sebagian besar menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan kelautan.

“Bukan hanya soal jalan. Masih banyak yang dibutuhkan masyarakat, seperti akses permodalan, alat tangkap, dan ruang laut yang semakin sempit bagi mereka untuk melaut dalam mencari nafkah,” jelasnya.

Safri juga meminta belanja modal dalam APBD Perubahan diarahkan untuk mempercepat terwujudnya program agro-maritim.

“Dengan keterbatasan anggaran dan dinamika fiskal nasional maupun daerah yang tidak menentu seperti ini, kami berharap kegiatan-kegiatan yang bersifat belanja modal betul-betul diarahkan agar bisa menopang dan mendukung pelaksanaan program agro-maritim,” katanya.

Ia mencontohkan pembangunan jalan dan jembatan harus memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan sektor pertanian, perikanan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Safri mengingatkan, visi agro-maritim merupakan visi yang sedang dijalankan dalam periode pemerintahan saat ini. Karena itu, hasil dari kebijakan yang dirumuskan hari ini diharapkan dapat mulai dirasakan masyarakat, bukan sekadar menjadi konsep pembangunan.

“Lima tahun yang sedang kita jalani inilah waktunya. Bukan lima atau sepuluh tahun yang akan datang. Lima atau sepuluh tahun yang akan datang adalah bagaimana masyarakat Halsel sudah menikmati hasil dari apa yang kita rumuskan hari ini, yaitu agro-maritim,” pungkasnya. (RI/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup