Golkar Halsel Bidik Kursi yang Hilang, Abusama Tekankan Konsolidasi Kader
Katasatu – Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, ditantang memperkuat konsolidasi organisasi untuk merebut kembali kursi legislatif yang hilang sekaligus meningkatkan perolehan kursi pada pemilihan umum mendatang.
Target tersebut disampaikan Dr. Muhammad Abusama, anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Partai Golkar daerah pemilihan Halmahera Selatan, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Halsel di Sekretariat Golkar, Desa Kampung Makian, Rabu (28/10/2026).
Abusama hadir mewakili Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara, Alien Mus, yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya memperkuat konsolidasi partai sebagai langkah mengembalikan kejayaan Golkar di Halmahera Selatan.
Menurutnya, Halmahera Selatan memiliki posisi strategis dalam peta politik Maluku Utara karena wilayahnya yang luas dan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang besar.
“Karena itu, kepengurusan Golkar Halsel ke depan dituntut bekerja lebih maksimal dalam memperkuat struktur organisasi, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa,” tegasnya.
Abusama mengingatkan bahwa Golkar memiliki sejarah panjang dalam perpolitikan Halmahera Selatan. Sejak kabupaten tersebut terbentuk, Golkar disebut selalu menempatkan kadernya dalam posisi pimpinan DPRD.
Namun, hasil pemilihan legislatif terakhir menjadi pekerjaan rumah bagi partai berlambang pohon beringin itu. Golkar kehilangan dua kursi yang harus menjadi perhatian serius pengurus berikutnya.
“Dua kursi yang hilang ini menjadi tugas dan tanggung jawab pengurus ke depan. Paling tidak, kita harus mengembalikan kursi yang hilang atau, bila perlu, menambah kursi,” demikian substansi pesan Abusama dalam sambutannya.
Ia menegaskan, target tersebut tidak akan tercapai tanpa kerja nyata dan konsolidasi yang berkelanjutan. Seluruh kader diminta tidak berpuas diri, tetapi terus membangun kekuatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
“Kepengurusan baru yang terpilih nantinya harus mampu menyatukan kekuatan kader, memperbaiki kerja organisasi, dan menyiapkan strategi politik yang lebih efektif,” pungkasnya.
(Idal/Red)














Tinggalkan Balasan