Lindungi Warga dari Sedimen, Pemkot Ternate Apresiasi Pembangunan Sabo Dam

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly

Katasatu- Pemerintah Kota (Pemkot) mengapresiasi pembangunan Sabo Dam di Kelurahan Sasa dan kelurahan Jambula. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menahan material sedimen dari puncak gunung yang terbawa aliran air hujan menuju permukiman warga.

Sekretaris Kota (Sekkot) Ternate, Rizal Marsaoly menyampaikan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir Dody Hanggodo, anggota DPR RI Irene Yusiana Roba dan pihak lain yang terkait, yang ketika itu merespons kebutuhan pembangunan Sabo Dam sebagai upaya melindungi masyarakat dari ancaman material sedimen.

Menurutnya, bencana alam tidak dapat diprediksi secara pasti. Karena itu, langkah-langkah mitigasi melalui pembangunan infrastruktur pengendali sedimen menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana, khususnya bagi warga yang bermukim di kawasan rawan.

“Memang kita tidak pernah menyangka kapan musibah itu tiba. Namun, dengan adanya sabodam ini, semoga bisa menjadi salah satu langkah antisipasi dari pihak-pihak terkait untuk melindungi warga,” ujar Rizal.

Ia berharap keberadaan Sabo Dam tersebut dapat membantu menahan material sedimen yang turun dari kawasan gunung saat hujan, sehingga risiko yang mengancam permukiman warga di Kelurahan Gambesi, Jambula, dan Kastela dapat diminimalkan. Pembangunan infrastruktur mitigasi seperti sabodam diharapkan terus mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap.

“Semoga saja pembangunan sabodam ini cepat selesai, sehingga apa yang kita harapkan bisa tercapai. Kami juga berharap titik lain yang dianggap rawai dari ancaman material sedimen, bisa dibangun Sabo Dam juga,” ucap RM, sapaan akrab Rizal Marsaoly.

“Sekali lagi kami berterima kasih ke BWS yang begitu tanggap merespons kebutuhan warga Kota Ternate,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua LPM Jambula, Fahri mendukung penuh pembangunan infrastruktur pengendali sedimen atau Sabo Dam yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.

“Pekerjaan Sabo Dam ini tentu dapat meminimalkan dampak yang berpotensi merugikan masyarakat di sekitar kawasan tersebut,” ungkapnya dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, keberadaan infrastruktur pengendali sedimen menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak aliran material dari kawasan perbukitan.

“Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali sedimen, pembangunan ini juga sangat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan rawan bencana,” jelas mantan Ketua Pemuda Jambula itu.

Fahri berharap pembangunan Sabo Dam dapat diselesaikan dengan baik dan diikuti dengan pemeliharaan secara berkala agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dukungan juga disampaikan Ketua Pemuda Jambula, Aldrian. Ia bahkan meminta kepada pihak-pihak maupun kelompok menjadikan pembangunan Sabo Dam sebagai polemik segera diakhir. Sebab, pembangunan ini untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana.

“Pandangan saya terkait polemik-polemik dari berbagai kelompok, baik individu maupun terorganisir dihentikan. Jambulan ini daerah yang rawan. Saya hadir sebagai ketua pemuda dan juga ketua LPM tadi keinginan torang (kami) supaya proyek ini berjalan,” tegasnya.

“Kepentingan-kepentingan pribadi tolong dihentikan sudah. Sebab ini berdampak buruk kitorang (kami) kedepan, kalau proyek ini tidak berjalan. Karena situasinya Jambulan ini kedudukan kampungnya berada pada segitiga. Di darah (proyek) kalau tidak berjalan ujang basar dan banjir berdampak pa torang (kami) dan merusak semua,” sambung Aldrian. (ata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup