Petuah Hi Ical di Wisuda Akbid Cahwala Maluku Utara, Ajak Kampus Bersinergi dengan Pemerintah
“Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah harus terus diperkuat. Kolaborasi tersebut tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kompetensi, inovasi, serta penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan pembangunan daerah”, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly
Katasatu- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengahdiri Wisuda Diploma III Program Studi Kebidanan Angkatan II Akademi Kebidanan (Akbid) Cahwala Maluku Utara Tahun 2026, Sabtu (12/09/2026).
Mengawali sambutannya, orang nomor tiga di lingkup Pemkot Ternate ini menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik.
“Hari ini bukan sekadar seremoni untuk menerima ijazah. Lebih dari itu, wisuda merupakan penanda berakhirnya satu fase perjuangan sekaligus awal dari perjalanan pengabdian yang sesungguhnya,” ucap Rizal Marsaoly.
“Di balik toga yang dikenakan hari ini, ada perjuangan panjang. Ada waktu yang dikorbankan, ada proses belajar yang tidak selalu mudah, ada ujian yang harus dilewati, serta ada doa dan dukungan dari orang tua, keluarga, dosen, dan seluruh pihak yang telah mengantarkan saudara-saudari hingga sampai pada titik ini,” sambungnya.
Menurut Hi Ical, sapaan akra Rizal Marsaoly, Bidang kesehatan, khususnya kebidanan, memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Bidan bukan hanya hadir ketika seorang ibu melahirkan, tetapi memiliki peran penting dalam mendampingi perempuan sepanjang siklus kehidupannya, memberikan edukasi kesehatan, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta turut membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
Dalam konteks pembangunan daerah, lanjut mantan Kepala Bappelitbangda Kota Ternate ini, kualitas pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memberikan pelayanan tersebut. Untuk itu, ia berharap para lulusan Akademi Kebidanan Cahwala Maluku Utara dapat menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, berintegritas, humanis, dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat.
Terlebih bagi daerah kepulauan seperti Maluku Utara, tantangan pelayanan Kesehatan tidak selalu sederhana. Kondisi geografis, keterjangkauan pelayanan, serta keberagaman karakteristik masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga memiliki ketangguhan, kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik, serta semangat untuk hadir melayani masyarakat.
Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini juga mengajak semua perguruan tinggi yang ada di Maluku Utara untuk terus menjaga sinergitas dengan pemerintah.
“Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah untuk Melahirkan Generasi Emas Maluku Utara. Tema ini mengandung pesan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri,” ucapnya.
Perguruan tinggi, kata Rizal, memiliki peran penting dalam membangun kapasitas intelektual, kompetensi, karakter, dan profesionalisme generasi muda. Sementara pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi serta mengabdikan ilmunya kepada masyarakat.
Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah harus terus diperkuat. Kolaborasi tersebut tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kompetensi, inovasi, serta penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Kita ingin perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat,” urai Rizal.
“Demikian pula, pemerintah daerah harus terus membuka ruang kolaborasi agar pengetahuan, kompetensi, dan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” lanjutnya.

Maluku Utara, bagi Rizal, memiliki potensi daerah yang besar. Namun, potensi tersebut tidak akan menjadi kekuatan pembangunan apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang unggul.
“Investasi terbesar yang harus terus kita bangun adalah investasi pada manusia. Para wisudawan dan wisudawati bukan hanya lulusan Akademi Kebidanan Cahwala Maluku Utara, tetapi juga bagian dari sumber daya manusia yang akan menentukan wajah pelayanan kesehatan dan kualitas masyarakat Maluku Utara di masa yang akan datang,” kata Rizal.
“Saya berpesan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati jangan pernah berhenti belajar. Dunia Kesehatan terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kompetensi yang Saudara miliki hari ini harus terus diperbarui melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, pengalaman, serta pembelajaran sepanjang hayat. Namun, di samping kompetensi, saya juga ingin menekankan pentingnya etika, integritas, dan ketulusan dalam memberikan pelayanan,” urai Rizal.
Seorang bidan berhadapan langsung dengan perempuan, ibu, bayi, dan keluarga yang membutuhkan bukan hanya keterampilan profesional, tetapi juga rasa amanempati, kesabaran, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
“Jadilah tenaga kesehatan yang mampu memberikan pelayanan dengan hati. Karena terkadang, sebuah kata yang menenangkan, sikap yang ramah, dan kepedulian yang tulus dapat memberikan kekuatan besar bagi seorang ibu dan keluarganya,” harap Rizal.
Rizal juga berharap Akademi Kebidanan Cahwala Maluku Utara terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kompetensi lulusan, serta membangun kolaborasi yang semakin erat dengan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Teruslah melangkah, teruslah belajar, dan teruslah mengabdi. Jadilah generasi tenaga kesehatan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan Bangsa,” pungkasnya. (ata)















Tinggalkan Balasan