Atasi Kebakaran hingga Kecamatan Terluar, Damkar Halsel Tambah Armada Pemadam

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Halsel, Indra Faris. [doc: Idal/Katasatu]

Katasatu – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, berencana menambah armada pemadam kebakaran pada 2027 untuk memperkuat penanganan kebakaran, terutama di wilayah kecamatan yang jauh dari pusat kabupaten.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Halsel, Indra Faris, mengatakan penambahan armada tersebut direncanakan berupa satu unit mobil pemadam kebakaran dan beberapa kendaraan roda tiga yang telah dimodifikasi dengan mesin penyemprot air.

Dari rencana pengadaan kendaraan roda tiga tersebut, sebanyak lima unit dipastikan akan disiapkan. Sementara itu, pihaknya masih mengupayakan agar jumlahnya dapat ditingkatkan menjadi delapan unit.

“Yang sudah pasti lima unit. Insyaallah, kami upayakan bisa sampai delapan unit sehingga penanganan kebakaran di wilayah kecamatan terluar bisa lebih maksimal,” ujar Indra saat diwawancarai usai memantau pemadaman kebakaran di taman kebun karet, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, armada pemadam kebakaran yang ada saat ini akan difokuskan untuk melayani wilayah perkotaan. Sementara itu, kendaraan roda tiga yang telah dimodifikasi akan diarahkan untuk mendukung penanganan kebakaran di kecamatan terluar.

“Rencananya, penempatan armada tersebut dibagi ke dalam empat zona, yakni wilayah Gane, Obi, Makian-Kayoa, serta Kecamatan Bacan Timur dan sekitarnya,” ungkapnya.

Menurut Indra, pembagian zona ini menjadi salah satu upaya untuk mempercepat respons petugas ketika terjadi kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun di lahan dan gedung perkantoran.

“Harapan kami, kendaraan roda tiga ini bisa membantu petugas di kecamatan untuk memantau dan menangani kejadian kebakaran. Kendaraan tersebut nantinya ditempatkan di kantor camat, sedangkan personel yang mengoperasikannya berasal dari kecamatan setempat,” jelasnya.

Indra mengakui, selama penanganan kebakaran dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya menghadapi tantangan berupa munculnya kembali titik api meskipun petugas telah melakukan pemadaman dan pendinginan.

“Kondisi tersebut juga terjadi pada kebakaran di kawasan taman kebun karet. Api terkadang kembali muncul setelah petugas menyelesaikan proses pemadaman dan pendinginan,” imbuhnya.

Ia mengatakan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan penyebab munculnya kembali api tersebut. Dugaan mengenai kondisi lahan, termasuk kemungkinan karakteristik tanah gambut, belum dapat dipastikan karena memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami masih belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan, terkadang muncul lagi titik api. Karena itu, kami belum bisa memastikan apa penyebabnya,” ungkapnya.

Terkait kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional armada, Indra menyebut persoalan yang sempat menjadi kendala kini telah diantisipasi sehingga kegiatan pemadaman dapat berjalan dengan lebih baik.

“Kami berharap penambahan armada dan pembagian wilayah operasional berdasarkan zona dapat memperkuat kesiapsiagaan petugas, khususnya dalam menjangkau penanganan kebakaran di kecamatan terluar,” pungkasnya.

Dengan dukungan kendaraan roda tiga dan personel di tingkat kecamatan, Damkar Halsel berharap penanganan awal terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat sambil menunggu dukungan armada utama apabila diperlukan.

(Idal/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup