Ekspor Maluku Utara Naik Tajam, Dominasi Tiongkok Tak Terbendung

Info grafik BPS Maluku Utara

Katasatu – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, menyampaikan bahwa kinerja perdagangan internasional Maluku Utara pada Maret 2026 menunjukkan tren yang positif, terutama dari sisi ekspor. Hal ini disampaikan Simon dalam kegiatan rilis resmi statistik yang berlangsung di Kantor BPS Maluku Utara, Senin (4/5/2026).

“Nilai ekspor Maluku Utara pada Maret 2026 tercatat sebesar 1.657,26 juta dolar AS. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 26,80 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 1.306,98 juta dolar AS,” ujar Simon.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikasi bahwa aktivitas ekspor daerah masih mengalami penguatan signifikan dalam satu tahun terakhir.

Sementara itu, untuk impor, Simon menjelaskan bahwa pada Maret 2026 tercatat sebesar 489,96 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan adanya dinamika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 608,66 juta dolar AS.

“Secara bulanan, perkembangan ekspor dan impor cenderung fluktuatif. Namun, ekspor menunjukkan tren peningkatan di akhir periode, bahkan Maret 2026 menjadi titik tertinggi dalam rentang Maret 2025 hingga Maret 2026,” jelasnya.

Ia menambahkan, nilai impor sempat menyentuh titik terendah pada Januari 2026 sebesar 318,14 juta dolar AS sebelum kembali meningkat pada bulan berikutnya.

Lebih lanjut, Simon mengungkapkan bahwa neraca perdagangan Maluku Utara masih konsisten mengalami surplus. Pada Maret 2026, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar 1.167,3 juta dolar AS.

“Surplus ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam setahun terakhir, yang mencerminkan bahwa kinerja perdagangan luar negeri Maluku Utara masih cukup solid,” katanya.

Dari sisi mitra dagang, Simon menyebutkan bahwa Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor Maluku Utara pada periode Januari hingga Maret 2026 dengan nilai mencapai 3.612,87 juta dolar AS.

“Selain Tiongkok, negara tujuan ekspor lainnya adalah Korea Selatan sebesar 83,9 juta dolar AS dan Amerika Serikat sebesar 59,39 juta dolar AS,” tambahnya.

Untuk impor, Tiongkok juga menjadi negara asal utama dengan nilai 1.000,2 juta dolar AS, diikuti Filipina sebesar 84,51 juta dolar AS dan Uni Emirat Arab sebesar 79,86 juta dolar AS.

Simon menegaskan bahwa secara umum, kinerja perdagangan internasional Maluku Utara pada triwulan pertama 2026 masih berada dalam kondisi yang positif, dengan ekspor sebagai pendorong utama. (RI/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup