Revitalisasi Sekolah di Halsel Tuntas 100 Persen, Dorong Kualitas Pendidikan
Katasatu – Program revitalisasi sekolah tahun 2025 di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) telah diselesaikan secara keseluruhan pada awal Februari 2026. Sebanyak 23 Sekolah Dasar (SD) dan 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah mendapatkan perbaikan dan pembangunan sarana prasarana pendidikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Muhammad Agus Umar, menyampaikan bahwa seluruh proyek pembangunan selesai pada bulan February tahun 2026. Pemeriksaan dari Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP) juga telah dilakukan pada bulan yang sama.
Menurutnya, program revitalisasi tahun 2025 mencakup dua kategori utama, yaitu rehabilitasi sarana prasarana yang rusak dan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dari awal. Kegiatan rehabilitasi meliputi perbaikan pagar, pintu, jendela, atap, serta lantai yang mengalami kerusakan, seperti atap yang tidak lagi kedap sehingga matahari dan air hujan mudah masuk.
“Sementara itu, pembangunan USB yang baru terbatas hanya pada satu atau dua unit per lokasi sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” ucap Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/3/2026).
Kata dia, program ini juga mencakup pengembangan fasilitas pendukung pendidikan, seperti pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi perpustakaan pada sekolah yang belum memiliki fasilitas tersebut atau fasilitasnya sudah tidak layak pakai.
“Sistem pendanaan program ini mengalami perubahan signifikan dibandingkan sebelumnya. Jika dulu dana alokasi khusus dari pusat untuk proyek fisik dikelola oleh dinas kabupaten/kota, kini dana langsung ditransfer dari pusat ke sekolah penerima melalui skema swakelola,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, besaran dana yang diterima setiap sekolah bergantung pada proposal yang diajukan pada tahun sebelumnya untuk tahun 2025, pengajuan proposal dilakukan pada 2024, setelah disetujui maka dana akan disalurkan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah dibuat.
“Perubahan mekanisme pendanaan yang langsung ke sekolah melalui swakelola memberikan keleluasaan bagi setiap satuan pendidikan untuk mengelola proyek sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan,” ujarnya.
Agus menambahkan, dengan selesainya 23 SD dan 7 SMP yang mendapatkan perbaikan dan pembangunan, akan meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar bagi siswa dan guru di Kabupaten Halmahera Selatan.
“Kedepannya, kami akan terus memastikan bahwa sarana prasarana yang telah diperbaiki dan dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal serta mendapatkan pemeliharaan yang teratur,” pungkasnya. (RI/Red)














Tinggalkan Balasan