1.160 Siswa Madrasah Halsel Sumbang Rekor MURI Penulisan Anafora Terbanyak

Kasi Pendis Kemenag Halsel, Afais Abdullah. (doc: Katasatu)

Katasatu– Ribuan siswa madrasah di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan berpartisipasi dalam pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan menulis anafora terbanyak.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Workshop Menulis Anafora tingkat Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara yang diselenggarakan dalam rangka memecahkan rekor MURI dengan target partisipasi sebanyak 2.680 peserta.

Program ini terlaksana berkat kerja sama dengan Agen Literasi Indonesia dan mengusung tema “Merawat Bumi, Menjaga Langit: Ekoteologi dari Timur Indonesia.”

Program literasi ini dilaksanakan di 10 kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara. Kabupaten Halmahera Selatan tercatat sebagai daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 1.160 siswa yang berasal dari 50 madrasah pada jenjang MI, MTs, dan MA.

Capaian tersebut menempatkan Halmahera Selatan sebagai penyumbang peserta terbesar dibandingkan daerah lain di Maluku Utara, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam pencatatan rekor nasional kategori penulisan anafora terbanyak yang dikurasi oleh Museum Rekor Dunia Indonesia.

Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kementerian Agama Halmahera Selatan, Afais Abdullah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala madrasah, guru, dan siswa yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan kegiatan tersebut.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja sama yang luar biasa antara kepala madrasah, guru, dan siswa. Kami sangat mengapresiasi dedikasi semua pihak dalam menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengembangan keterampilan menulis, tetapi juga momentum penting dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar madrasah. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan.

“Pelaksanaan pencatatan rekor MURI ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Provinsi Maluku Utara. Mengingat kondisi geografis Halmahera Selatan yang berbasis kepulauan, kegiatan dibagi ke dalam tiga zona pelaksanaan,” ungkapnya.

Zona Makian dipusatkan di MAN 1 Halmahera Selatan dengan jumlah 349 peserta. Zona Kepulauan Kayoa dipusatkan di MTs Negeri 1 Halmahera Selatan dengan 229 peserta. Sementara zona Labuha dipusatkan di Aula Kantor Bupati pada Selasa (7/4) dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 590 siswa.

“Selain melibatkan siswa, para guru madrasah juga mengikuti workshop literasi perangkat pembelajaran yang diselenggarakan di Gedung FKUB Halmahera Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik dalam mengembangkan pembelajaran berbasis literasi,” tambahnya.

Afais, yang merupakan alumni IAIN Ternate, menyampaikan bahwa karya anafora terbaik para peserta direncanakan akan dibukukan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dokumentasi atas capaian rekor yang berhasil diraih.

“Harapannya, kegiatan ini mampu meningkatkan budaya literasi, baik di kalangan siswa maupun guru, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah,” tutup Afais. (Rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup