1.457 Peserta Bintara Polri Malut Lolos Pemeriksaan Kesehatan Awal

Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I bagi calon siswa Bintara Polri di Maluku Utara. (doc: istimewa)

Katasatu – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara telah merampungkan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I bagi calon siswa Bintara Polri dalam rangka Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Dari total 1.740 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 84 persen dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Ali Wardana, menjelaskan bahwa pelaksanaan Rikkes Tahap I berlangsung selama 12 hari, mulai 12 hingga 23 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara dan Aula Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara.

“Pemeriksaan kesehatan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik umum hingga deteksi dini potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi kinerja calon anggota Polri di masa mendatang,” ujar Ali Wardana.

Berdasarkan data hasil pemeriksaan, dari total 1.740 peserta, sebanyak 1.457 orang (84 persen) dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), terdiri dari 1.250 pria dan 207 wanita. Sementara itu, 283 orang (16 persen) dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dengan rincian 233 pria dan 50 wanita.

Adapun rincian peserta yang mengikuti seleksi meliputi:

  1. Bintara Kemampuan SPKT: 1.621 orang (1.380 pria, 241 wanita)
  2. Bintara Intelijen: 72 orang (62 pria, 10 wanita)
  3. Bintara Rekpro: 5 orang (5 pria)
  4. Bintara Bakomsus: 12 orang (6 pria, 6 wanita)
  5. Bintara Polair: 30 orang (30 pria)

Ali Wardana menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu tahapan krusial dalam proses seleksi calon anggota Polri. Tahapan ini bertujuan memastikan setiap peserta memiliki kondisi fisik yang prima dan sesuai standar kesehatan yang ditetapkan institusi.

Ia juga memastikan seluruh rangkaian seleksi berjalan sesuai prosedur operasional standar (SOP) serta menjunjung tinggi prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

“Seleksi ini harus dilaksanakan secara transparan dan objektif. Tidak boleh ada praktik yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” tegasnya.

Polda Maluku Utara, lanjutnya, berkomitmen menghasilkan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas melalui proses seleksi yang ketat serta akuntabel. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup