SDM dan Distribusi MBG Masih Jadi Tantangan di Maluku Utara
Katasatu- Program Makanan Bergizi (MBG) di Provinsi Maluku Utara (Malut) menunjukkan progres positif, dengan capaian mencapai sekitar 52 persen hingga awal Maret 2026. Namun, implementasinya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan utama di lapangan, terutama terkait distribusi dan sumber daya manusia.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Maluku Utara, Sakop, dalam media briefing rutin “Torang Pe APBN” edisi Maret 2026 yang digelar pada, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, sampai saat ini program MBG telah menjangkau sekitar 188 ribu penerima manfaat dari total target yang telah ditetapkan. Mayoritas penerima berasal dari kalangan siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dengan persentase 50,53 persen, diikuti oleh peserta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Namun, lanjut dia, pelaksanaan program di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) menghadapi kendala signifikan. Keterbatasan infrastruktur dan kompleksitas proses distribusi bahan pangan menjadi hambatan utama dalam menjangkau daerah kepulauan yang tersebar di Maluku Utara.
“Selain itu, ketersediaan tenaga ahli gizi bersertifikat masih terbatas, yang berdampak pada pemenuhan standar kualitas nutrisi makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat,” ungkapnya.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, kata dia, pemerintah telah menetapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:
1. Mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah 3T
2. Mengoptimalkan pemanfaatan dan distribusi bahan pangan lokal
3. Meningkatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga terkait
4. Melaksanakan pelatihan bagi tenaga lokal serta merekrut ahli gizi bersertifikat
5. Menjalin kemitraan dengan koperasi desa, petani, dan peternak lokal
6. Menerapkan sistem keuangan digital untuk menjamin transparansi pengelolaan program.
Dalam kegiatan tersebut, turut menghadiri akademisi dari Universitas Khairun Ternate, Dr. Chairullah Amin, S.E., M.Si, yang menyampaikan pandangan berbasis riset terkait upaya penguatan implementasi program MBG di provinsi ini.
Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Maluku Utara, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi komunitas lokal. (RI/Red)














Tinggalkan Balasan