Sekitar 300 Guru PAUD di Halsel Belum Sarjana, Peningkatan Kompetensi Jadi Perhatian

Ilustrasi

Katasatu – Sekitar 300 tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, belum memiliki ijazah sarjana. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan setempat dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Halsel, Junaidi Robo, SE, M.Pd, mengatakan jumlah tenaga pendidik PAUD yang tercatat di dinas mencapai 867 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian telah berpendidikan sarjana, sementara lainnya masih membutuhkan peningkatan kualifikasi.

“Salah satu upaya yang kami lakukan untuk meningkatkan kualifikasi guru adalah melalui program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau),” ungkap Junaidi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (9/10/2026).

Ia menyebut, program tersebut menyasar guru PAUD yang telah mengabdi minimal dua tahun dan tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga mereka memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Melalui program RPL, guru-guru PAUD yang sudah mengabdi minimal dua tahun dan tercatat di Dapodik diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Untuk periode pertama, jumlahnya sekitar 200 orang.

“Program ini direncanakan berlanjut pada periode berikutnya tahun depan. Langkah ini diharapkan dapat memperluas kesempatan guru PAUD untuk memenuhi kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan kegiatan peningkatan kompetensi yang menunjang pelaksanaan pembelajaran di lembaga PAUD.

Namun, pada 2026 belum terdapat kegiatan khusus peningkatan kompetensi guru PAUD yang dilaksanakan secara tersendiri. Sebelumnya, Dinas Pendidikan sempat menggelar kegiatan yang melibatkan dokter Aisyah Dahlan untuk memberikan edukasi kepada orang tua dan guru.

“Ke depan, kami berencana mengupayakan kegiatan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan, terutama berkaitan dengan pemahaman serta pencegahan stunting pada anak usia dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut para pendidik diharapkan mampu mengenali indikasi awal gangguan pertumbuhan anak dan mendukung upaya pencegahan stunting melalui lingkungan pendidikan.

Junaidi berharap program peningkatan kualifikasi pendidikan dan kompetensi guru PAUD dapat terus diperkuat agar kualitas pembelajaran semakin baik.

“Kami berharap tenaga pendidik yang telah memiliki kualifikasi pendidikan PAUD dapat melengkapi dan menyerahkan dokumen yang diperlukan, sehingga pendataan serta penempatan tenaga pendidik yang sesuai kebutuhan lembaga dapat dilakukan secara lebih optimal,” pungkasnya.

(Idal/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup